Iran tidak membutuhkan senjata nuklir dan telah memiliki kemampuan pencegahan dan daya tangkal yang memadai tanpa bom nuklir.
Teheran, Suarathailand- Mohammad Eslami, Kepala Badan Energi Atom Iran, menegaskan senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin militer negaranya dan Iran sepenuhnya mampu mempertahankan diri tanpa senjata tersebut.
Eslami menyatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan media lokal. Ia menekankan bahwa Iran tidak membutuhkan senjata nuklir dan telah memiliki kemampuan pencegahan dan daya tangkal yang memadai tanpa bom nuklir.
Eslami merespons ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memperingatkan Iran agar meninggalkan ambisi nuklirnya untuk menghindari konfrontasi militer, seraya mengumumkan bahwa armada laut besar AS sedang bergerak menuju Iran.
Eslami menyoroti sifat “politis” dari berkas nuklir Iran serta tekanan eksternal terhadap pimpinan IAEA. Menurutnya, Teheran tidak hanya sulit berharap agar kasus tersebut ditutup, tetapi juga memperkirakan tekanan akan semakin meningkat.
Ia menjelaskan bahwa perundingan telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan berbagai pemerintahan Iran terlibat secara politik, hingga menghasilkan kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Namun, ia menambahkan, AS dan tiga negara Eropa, yakni Inggris, Jerman, dan Prancis, gagal memenuhi komitmen mereka dalam perjanjian tersebut dan pada akhirnya mengakhiri kesepakatan melalui mekanisme snapback pada akhir tahun lalu.
Eslami menyebut pemboman terhadap fasilitas nuklir Iran selama perang 12 hari pada Juni 2025 sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir dilarang berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB.
Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas yang dibom terdaftar pada IAEA dan berada di bawah pengawasan ketat badan PBB tersebut.
Menurut Eslami, Iran tetap menjadi penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan mematuhi ketentuan pengamanan. Namun, kerja sama dengan IAEA telah ditangguhkan oleh parlemen Iran demi keamanan fasilitas nuklir dan personel terkait.



