>Area ledakan sebelumnya merupakan lokasi konflik, berisi amunisi yang belum meledak.
?Jenis dan ukuran alat peledak yang terlibat saat ini sedang diselidiki.
Ubon Ratchathani, Suarathailand- Kebakaran rumput di dekat perbatasan Thailand-Kamboja di Ubon Ratchathani menyebar ke area yang berisi amunisi yang belum meledak, menyebabkan ledakan yang melukai dua tentara Thailand. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.
Kolonel Ritcha Suksuwanon, Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand (RTA), mengkonfirmasi sebuah ledakan terjadi di Chong An Ma, Distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani, menyusul kebakaran rumput di dekat perbatasan Thailand-Kamboja.
Area tersebut, yang sebelumnya merupakan lokasi konflik, berisi amunisi yang belum meledak.
Api menyebar ke area yang diyakini menyimpan sisa-sisa amunisi yang belum meledak, menyebabkan ledakan tiba-tiba. Ledakan tersebut mengirimkan pecahan peluru, melukai dua tentara Thailand. Personel yang terluka menerima pertolongan pertama segera di tempat kejadian sebelum dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Kedua tentara yang terluka diidentifikasi sebagai:
Sersan Mayor Thammarat Klaithip, seorang pemimpin regu senjata ringan, yang pingsan akibat tekanan ledakan dan menderita luka serpihan di area tulang selangka kanannya. Staf medis melakukan EKG dan CT scan, karena tentara tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kebingungan dan tekanan darah rendah. Ia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Sappasit Prasong untuk perawatan lebih lanjut.
Prajurit Veerasak Kanhareung, yang kehilangan kesadaran akibat tekanan ledakan dan dikirim ke Rumah Sakit Militer Sappasit Prasong. Staf medis memantaunya untuk komplikasi lebih lanjut.
Jenis dan ukuran alat peledak yang terlibat saat ini sedang diselidiki.
Menurut laporan dari tentara yang menyaksikan kejadian tersebut, api bermula di dekat rumpun bambu di depan pagar kawat berduri, yang mendorong upaya untuk memadamkan api agar tidak menyebar ke pangkalan operasional terdekat. Namun, ledakan terjadi sebelum situasi dapat sepenuhnya dikendalikan, kata Ritcha.



