Kolombia Desak Trump Batalkan Tarif Impor Pascagempa M7,4, 294 Tewas

Presiden Kolombia mengungkapkan telah melakukan pembicaraan telepon selama sepuluh menit dengan Trump.


Kolombia, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk  menangguhkan penerapan tarif tinggi terhadap produk-produk asal Kolombia.

Penangguhan itu dapat menopang para pelaku usaha domestik yang terdampak bencana gempa bumi dahsyat di negara Latin tersebut, kata pemerintah setempat.

"Kolombia minta Trump mempertimbangkan penangguhan sementara tarif tinggi yang memberatkan produk-produk Kolombia, demi meringankan beban para pebisnis kami yang tengah menghadapi situasi sangat sulit akibat dampak gempa," ujar de la Espriella melalui unggahan di platform X, Sabtu (15/8).

Presiden Kolombia mengungkapkan telah melakukan pembicaraan telepon selama sepuluh menit dengan Trump.

Dalam perbincangan itu, ia menyampaikan apresiasi atas bantuan ekonomi serta pengiriman tim penyelamat dari AS pascabencana.

Sebaliknya, Trump menyampaikan duka cita atas korban jiwa yang jatuh serta menyatakan solidaritas bagi keluarga korban di Kolombia.

Jumlah korban tewas pasca gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia telah mencapai 294 orang, sementara 3.935 lainnya mengalami luka-luka, menurut Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia, Sabtu.

Berdasarkan data terbaru UNGRD, sebanyak 320 orang dinyatakan hilang, sedangkan 353 orang lainnya berhasil diselamatkan.


Share: