>Angkatan Laut Kamboja telah menerima korvet rudal berpemandu Tipe 056 pertamanya dari China, yang berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Ream pada 4 April.
>Pengiriman ini merupakan bagian dari proyek kerja sama militer untuk dua korvet jenis ini, dengan kapal kedua diharapkan akan diserahkan pada Juni 2026.
>Korvet Tipe 056 adalah kapal perang pertahanan pantai yang dilengkapi dengan rudal anti-kapal YJ-83 dan rudal pertahanan udara jarak pendek HHQ-10.
>Penguatan angkatan laut ini telah menimbulkan kekhawatiran keamanan di antara negara-negara tetangga, termasuk Thailand, yang memantau dengan cermat peningkatan militer Kamboja.
Kamboja, Suarathailand- Sebuah sumber senior angkatan laut mengungkapkan bahwa pada 4 April, satu korvet rudal berpemandu Tipe 056 dari angkatan laut Kamboja, yang diterima dari Republik Rakyat China, berlabuh di Dermaga 1 Pangkalan Angkatan Laut Ream dengan seluruh awaknya di dalamnya.
Upacara penyerahan kapal dari Republik Rakyat Tiongkok akan diadakan pada pukul 9 pagi tanggal 8 April. Acara ini menandai langkah penting dalam kerja sama militer antara kedua negara. Proyek ini mencakup pasokan dua korvet Tipe 056 ke angkatan laut Kamboja untuk memperkuat kekuatan maritimnya dan meningkatkan kemampuan operasional.
Sedangkan untuk kapal kedua, pengiriman masih berlangsung, dengan kemajuan yang dilaporkan sekitar 70%. Diperkirakan akan diserahkan pada Juni 2026.
Laporan tersebut mengatakan inspeksi penerimaan korvet dilakukan pada Oktober 2025, dengan Tea Banh turut serta dalam proses tersebut.
Penguatan terbaru ini telah menimbulkan kekhawatiran di kawasan tersebut, karena Kamboja memperkuat persenjataan angkatan lautnya di tengah ketegangan pesisir, mendorong Thailand dan negara-negara tetangga untuk mengawasi dengan cermat pembangunan maritim di daerah tersebut.
Tipe 056, juga dikenal sebagai kelas Jiangdao, adalah kapal perang kecil hingga menengah Tiongkok yang dirancang terutama untuk pertahanan pantai. Kapal ini memiliki bobot 1.300–1.500 ton dan dilengkapi dengan rudal anti-kapal YJ-83 dan rudal pertahanan udara jarak pendek HHQ-10.
Sebelumnya, Laksamana Muda Parat Rattanachaiyaphan, juru bicara Angkatan Laut Kerajaan Thailand, mengatakan terkait masalah ini bahwa angkatan laut Kamboja akan segera menerima bantuan Tiongkok dalam pengadaan dua korvet Tipe 056.
Ia mengatakan Angkatan Laut ingin meyakinkan publik bahwa situasi tersebut tidak akan memengaruhi keamanan maritim Thailand dengan cara apa pun, dan meminta masyarakat untuk tetap percaya pada kemampuan Angkatan Laut Kerajaan Thailand.
Saat ini, Angkatan Laut Kerajaan Thailand mempertahankan tingkat kesiapan tempur yang tinggi di laut dalam hal peralatan, pelatihan, personel, dan pengalaman operasional, khususnya dalam operasi gabungan angkatan laut-udara. Ini tetap menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kontrol laut, pengawasan, dan respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai situasi.
Korvet Tipe 056 adalah kapal perang berukuran sedang yang cocok untuk misi patroli dan keamanan maritim di perairan dekat pantai. Dari perspektif strategis, Angkatan Laut Kerajaan Thailand masih mempertahankan keunggulan secara keseluruhan dalam hal jumlah dan jenis kapal perang, sistem persenjataan, dan kemampuan operasional multi-domain.
Namun, Angkatan Laut tidak berpuas diri terhadap perkembangan keamanan regional dan memantau dengan cermat upaya negara-negara di kawasan tersebut untuk memperkuat kekuatan angkatan laut mereka.
Angkatan Laut juga memiliki rencana untuk terus meningkatkan kemampuan angkatan lautnya sendiri. Saat ini, Angkatan Laut sedang dalam proses pengadaan satu fregat berkinerja tinggi tambahan dalam tahun fiskal ini, dan berencana untuk mengusulkan pengadaan satu lagi pada tahun berikutnya untuk memperkuat pertahanan nasional dan lebih melindungi kepentingan maritim Thailand.
Angkatan Laut Kerajaan Thailand menegaskan kembali bahwa mereka memantau dengan cermat perkembangan keamanan maritim di kawasan tersebut sambil terus meningkatkan kemampuan pasukan tempur angkatan lautnya, sehingga dapat melindungi kedaulatan dan kepentingan maritim nasional seefektif mungkin, sekaligus menjaga kepercayaan publik dalam segala keadaan.



