Terjerat TPPU-Penipuan dan Kalah Pemilu Brasil, Bolsonaro Kabur ke AS

Bolsonaro tiba di AS kurang dari 72 jam setelah kalah tipis dari Lula da Silva yang meraih 51,76 persen suara dalam putaran kedua pilpres Brasil. Bolsonaro hanya mendapat 48,24 persen suara pemilih.


Brasil, Suarathailand- Anadolu melaporkan capres kubu sayap kanan Brasil Flavio Bolsonaro mengeklaim dirinya sebagai presiden yang sah dan bersumpah akan memimpin pihak oposisi untuk melawan Luiz Inacio Lula da Silva dari tempat pengasingannya di Amerika Serikat.

Flavio Bolsonaro mengklaim itu dia tulis dalam sebuah surat yang diterbitkan di media sosial, Rabu (28/10).

Flavio Bolsonaro Surat mengeluarkan pernyataan publik pertama setelah dia melarikan diri dari Brasil dengan mengabaikan larangan bepergian yang dikeluarkan Mahkamah Agung Brasil.

Bolsonaro menyebut dirinya telah menjadi korban politisasi sistem peradilan di Brasil, sehingga dia memutuskan memboyong keluarganya ke AS.

"Tak ada perintah penahanan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan apa pun; yang terjadi saat ini adalah perburuan dengan latar belakang politis dengan hendak menjadikan saya sandera untuk melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup agar tidak dimakzulkan," kata Bolsonaro.

Senator Brasil berusia 45 tahun itu mendarat di Miami pada Rabu pagi (28/10) waktu setempat dengan menggunakan sebuah jet pribadi setelah menyeberang ke Argentina secara sembunyi-sembunyi.

Tiba di AS kurang dari 72 jam setelah dia kalah tipis dari Lula da Silva yang meraih 51,76 persen suara dalam putaran kedua pilpres Brasil. Bolsonaro hanya mendapat 48,24 persen suara pemilih.

Kepada para pendukungnya dari Florida, capres usungan Partai Liberal Brasil itu secara tegas menolak hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan Pengadilan Pemilihan Umum Tertinggi (TSE) Brasil.

"Pada Minggu malam, saya menyaksikan dengan ngerinya sebuah kecurangan pemilu terjadi di depan mata saya sendiri," kata Bolsonaro.

Namun, dia tidak memberikan bukti maupun dokumentasi konkret apa pun untuk mendukung klaimnya itu.

Kepergian Bolsonaro ke AS terjadi menyusul ketegangan dengan pengadilan di Brasil.

Senin (27/10), Hakim Mahkamah Federal Tertinggi (STF) Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam untuk menyerahkan seluruh paspornya di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan finansial terkait sebuah situs taruhan daring.

Bukannya mematuhi instruksi tersebut, yang akan membuat pihak kepolisian mencabut paspornya, Bolsonaro malah menyeberang ke Provinsi Misiones di Argentina dengan kartu identitasnya sebelum naik pesawat sewaan ke Miami.

"Saya tidak kabur dari Brasil. Saya pergi demi Brasil. Saya kabur dari situasi darurat supaya saya bisa menjadi pemimpin yang layak bagi rakyat saya. Kepada komunitas internasional, saya memohon agar kalian tidak mewajarkan apa yang terjadi di Brasil," kata Bolsonaro.

Dia pun mendesak pemimpin asing agar tidak mengakui pemerintahan Lula da Silva.


Share: