Sebanyak 4.000 kematian tambahan akibat suhu panas tercatat antara akhir Juli hingga pertengahan Agustus, ungkap lembaga tersebut dalam pembaruan data terbarunya.
Berlin, Suarathailand- Setelah ‘musim panas ekstrem’, negara-negara bagian akan menerima lebih banyak dana perlindungan iklim
Jerman mencatat rekor 15.800 kematian yang berkaitan dengan suhu panas pada musim panas ini, di saat Eropa berjuang menghadapi serangkaian gelombang panas yang sangat menyengat, demikian disampaikan oleh lembaga kesehatan masyarakat nasional pada hari Kamis.
Kelompok yang paling terdampak adalah mereka yang berusia di atas 75 tahun, dan sekitar 9.600 kematian tercatat dalam satu minggu di akhir bulan Juni ketika suhu di Jerman melonjak hingga lebih dari 40 derajat Celsius, menurut Robert Koch Institute (RKI).
Sebanyak 4.000 kematian tambahan akibat suhu panas tercatat antara akhir Juli hingga pertengahan Agustus, ungkap lembaga tersebut dalam pembaruan data terbarunya.
Suhu panas dan kekeringan telah melanda sebagian besar wilayah Eropa pada musim panas ini, memicu lonjakan angka kematian akibat suhu panas serta kebakaran hutan, sekaligus merusak banyak tanaman pangan dan menurunkan permukaan air di sungai-sungai utama. Prancis, Inggris, dan Spanyol juga melaporkan ribuan kematian tambahan selama musim panas.
Lembaga tersebut menyatakan telah mengumpulkan data kematian akibat suhu panas selama satu dekade terakhir dan mencatat bahwa rekor sebelumnya adalah 8.900 kematian pada tahun 2018.
Sebuah laporan terpisah dari publikasi medis pernah memperkirakan adanya 10.000 kematian akibat suhu panas pada tahun 1994.
Suhu panas ekstrem dapat menyebabkan kematian melalui *heatstroke* (sengatan panas), namun sebagian besar kasus berakibat fatal ketika diperparah oleh kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, seperti penyakit kardiovaskular, paru-paru, atau ginjal.
RKI memodelkan angka kematian akibat suhu panas menggunakan metode statistik yang membandingkan jumlah kematian selama minggu-minggu musim panas yang mengalami gelombang panas dengan minggu-minggu tanpa gelombang panas.
Panas Ekstrem
Perubahan iklim dan adaptasi terhadap suhu panas menjadi agenda dalam rapat kabinet dua hari minggu ini yang dipimpin oleh Kanselir dari kubu konservatif, Friedrich Merz, namun tidak ada langkah-langkah baru yang diumumkan.
Merz mengatakan bahwa 16 negara bagian di Jerman memegang tanggung jawab utama terkait perlindungan dari suhu panas dan telah dijadwalkan untuk menerima dana sebesar 100 miliar euro selama 12 tahun ke depan yang bersumber dari dana khusus infrastruktur dan perlindungan iklim.
"Tidak ada kekurangan program maupun dana," ujar Merz pada hari Rabu, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan mengkaji potensi bantuan bagi sektor pertanian dan kehutanan yang terdampak kekeringan serta kebakaran hutan.
Sementara itu, ketua fraksi partai CDU pimpinan Merz, Thorsten Frei, menolak usulan dari para menteri partai SPD (berhaluan kiri-tengah) untuk mencantumkan perlindungan iklim dalam konstitusi Jerman sebagai tanggung jawab bersama pemerintah pusat, negara bagian, dan pemerintah daerah.
Model ini berisiko menyebabkan "satu tingkat pemerintahan saling menyalahkan pihak lain, sehingga pada akhirnya tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan," ujarnya kepada radio Deutschlandfunk.
Kelompok *Environmental Action Germany* menuding pemerintah bersikap "tidak bertanggung jawab" karena "gagal menerapkan satu pun langkah efektif untuk perlindungan dari suhu panas, padahal musim panas ekstrem sebelumnya telah menyebabkan ribuan kematian akibat suhu panas."



