Keamanan ASEAN Memburuk Kata Menhan Jepang, Ini Alasannya...

Tiga ittu adalah Banyak bencana, konflik Timteng dan Ukraina ganggu pasokan energi, dan pola keseimbangan militer yang bergeser cepat.

 

Filipina, Suarathailand- Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyoroti “tiga alasan” di balik lingkungan keamanan yang “memburuk dengan cepat” di Asia Tenggara, seraya menjanjikan dukungan bagi ASEAN yang beranggotakan 11 negara.

“Peristiwa bencana alam kini semakin parah, melumpuhkan sektor komunikasi, layanan kesehatan, dan transportasi secara bersamaan,” kata Koizumi, dalam pertemuan gabungan menteri pertahanan ASEAN di Cebu, Filipina.

Koizumi juga menyebut konflik di berbagai belahan dunia yang berdampak kepada rantai pasok dan pasokan energi sebagai alasan kedua, serta adanya pola keseimbangan militer yang bergeser dengan cepat sehingga meningkatkan risiko benturan serta kemungkinan terjadinya kesalahan perhitungan yang berbahaya sebagai alasan ketiga.

"Krisis-krisis ini tidak sekadar beradaptasi; mereka saling tumpang tindih dan memperkuat satu sama lain," kata Koizumi, seraya menekankan pentingnya "persatuan, sentralitas, dan ketahanan" ASEAN.

"Jepang menghargai ketiga aspek tersebut karena ketiganya merupakan barang publik internasional yang menjaga perdamaian, kemakmuran, serta kebebasan setiap negara untuk menentukan pilihannya sendiri," tuturnya.

Koizumi menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN "sedang memperkuat kemampuan mereka sendiri untuk merespons dan melakukan pencegahan."

"Secara kolektif, ASEAN tengah menangani berbagai tantangan bersama, mulai dari penanganan bencana hingga keamanan maritim. Upaya-upaya ini saling melengkapi, dan Jepang... akan memberikan dukungan untuk keduanya," ujarnya.

"Tujuan kami sederhana: memperluas pilihan bagi ASEAN dan setiap negara anggotanya agar dapat memahami, memutuskan, serta bertindak secara mandiri," kata menteri pertahanan Jepang tersebut, seraya mendorong ASEAN dan Jepang untuk "memperbarui bidang-bidang kerja sama kita."

Dia berjanji bahwa Jepang "akan melakukan segala upaya" untuk mengubah "pilihan-pilihan" ASEAN menjadi "kekuatan nyata."

Pertemuan di Cebu City itu mencakup Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) ke-20 dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) ke-13, yang turut menghadirkan menteri pertahanan dari AS, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan India, meski tahun ini China tidak mengirimkan menteri pertahanannya.

Share: