Lokasi jalur kereta api tersebut merupakan salah satu dari 40 lokasi yang diperiksa menyusul serangkaian insiden terkoordinasi pada Sabtu malam (22 Agustus).
Narathiwat, Suarathailand- Layanan kereta api antara Maruebo dan Tanyong Mat Narathiwat kembali beroperasi setelah tim penjinak bahan peledak (EOD) membersihkan lokasi dan perbaikan memulihkan jalur yang rusak hingga memenuhi standar keselamatan.
State Railway of Thailand (SRT) telah memulihkan layanan kereta api normal antara stasiun Maruebo dan Tanyong Mat di Narathiwat setelah menyelesaikan perbaikan jalur yang rusak akibat pengeboman.
Layanan kembali beroperasi pada pukul 18.30 hari Senin (24 Agustus 2026) setelah personel keamanan memastikan area tersebut aman dan insinyur kereta api menyelesaikan pemeriksaan terhadap bagian jalur yang telah diperbaiki.
Ledakan terjadi di kilometer 1.090/6–7 di antara kedua stasiun tersebut, tepatnya di Moo 1, Sub-distrik Maruebo Tok, Distrik Ra-ngae.
Lokasi jalur kereta api tersebut merupakan salah satu dari 40 lokasi yang diperiksa menyusul serangkaian insiden terkoordinasi pada Sabtu malam (22 Agustus). Kerusakan tersebut mendorong SRT untuk menutup bagian jalur yang terdampak sejak hari Minggu dan menyesuaikan layanan Jalur Selatan (Southern Line).
Tim keamanan membersihkan lokasi jalur kereta api
Setelah ledakan terjadi, SRT berkoordinasi dengan aparat keamanan dan personel penjinak bahan peledak (EOD) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di area tersebut.
Pekerja kereta api baru diizinkan masuk setelah tim keamanan memastikan bahwa lokasi tersebut aman.
SRT kemudian mengerahkan material jalur dan peralatan pemeliharaan untuk segera memperbaiki jalur kereta api yang rusak. Pekerjaan ini bertujuan memulihkan stabilitas struktural jalur dan memastikan jalur tersebut memenuhi standar keselamatan operasional.
Evaluasi jalur dan langkah-langkah keselamatan
Sebelum layanan kembali beroperasi, petugas kereta api memeriksa rute dan melakukan penilaian menyeluruh terhadap langkah-langkah keselamatan yang diterapkan.
SRT menyatakan bahwa keselamatan penumpang, karyawan kereta api, dan penduduk sekitar tetap menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan kapan bagian jalur tersebut akan dibuka kembali.
Pihak otoritas menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang dan masyarakat yang terdampak gangguan ini serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama mereka.



