Sejumlah pejabat yang diselidiki termasuk pemimpin departemen keamanan Itamar Ben-Gvir, pemimpin departemen pertahanan Katz.
Roma, Suarathailand- Jaksa penuntut di Roma, Italia, pada Jumat menyelidiki sejumlah pejabat Israel, termasuk dua menteri, yang diduga terkait dengan penyerangan terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Jalur Gaza, Palestina, pada Mei 2026.
Menurut narasumber peradilan, Kantor Kejaksaan Roma telah menetapkan belasan pihak untuk diselidiki terkait serangan ke rombongan bantuan itu, dengan menyasar kepada pihak yang terlibat dalam rantai komando Israel.
Sejumlah pejabat yang diselidiki termasuk pemimpin departemen keamanan Itamar Ben-Gvir, pemimpin departemen pertahanan Katz.
Tindakan Ben-Gvir telah mengundang kemarahan publik di Italia dan memicu Roma untuk memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes.
Dalam video yang diunggah dari Pelabuhan Ashdod, Ben-Gvir terlihat mengejek sejumlah aktivis Italia yang ditahan dari Global Sumud Flotilla untuk Gaza.
Mata para aktivis ditutup dengan tangan diborgol, serta dipaksa berlutut dengan wajah menghadap tanah di hadapan Ben-Gvir.
Presiden Italia Sergio Mattarella menyatakan harga diri Ben-Gvir di titik terendah atas insiden tersebut.
Kejaksaan Roma menyelidiki rantai komando Israel dengan tuduhan yakni penyiksaan hingga penculikan.
Selain itu, Kejaksaan Roma juga menuduh Israel melakukan operasi penyergapan kapal yang diklaim melanggar hukum internasional, memperlakukan tahanan dengan buruk, merendahkan martabat manusia, serta gagal menjamin hak-hak dasar dan hak untuk mendapatkan pembelaan hukum.
Kejaksaan Roma juga tengah melakukan penyelidikan kepada Israel terkait misi selain pada Mei tersebut.



