Rrute di dekat Oman sepenuhnya berada di bawah kendali Iran, seraya menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah Iran dan Oman.
Teheran, Suarathailand- Xinhua melaporkan Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi menyatakan jalur perairan strategis Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Iran dan tidak ada kapal yang dapat melintasinya tanpa izin dari Iran.
"Semua kapal perang musuh berada setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz, dan dari sudut pandang militer serta teritorial, tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur perairan ini tanpa izin dan pengelolaan dari Iran," ujar Mohebbi.
Jubir Mohebbi menambahkan bahkan rute di dekat Oman sepenuhnya berada di bawah kendali Iran, seraya menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan wilayah Iran dan Oman.
Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai bagian masing-masing dari selat itu dan pendapatannya setelah negosiasi.
Mohebbi menyalahkan tindakan menghambat AS yang menunda proses negosiasi. Dia menyebutkan bahwa jika Washington kembali ke nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatanganinya dengan Iran pada Juni, "kami dapat membuka Selat Hormuz dalam kerangka kerja yang telah disepakati."
"Oleh karena itu, AS harus menerima persyaratan kami. Jika AS tidak menerima persyaratan kami, Selat Hormuz tidak akan dibuka dalam keadaan apa pun," tambahnya.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, dengan melarang pelayaran kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran.



