Iran Sindir Wapres AS yang Tidak Bisa "Menasihati" Donald Trump



Teheran, Suarathailand- Melalui media sosial X, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melontarkan ejekan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, terkait komentarnya mengenai perang Washington melawan Teheran serta hasil pemilihan umum di AS. 

Qalibaf juga menyarankan agar Vance memberikan nasihat kepada atasannya.

Dalam sebuah unggahan di platform X pada hari Kamis, Qalibaf menyamakan pemerintahan Presiden Donald Trump dengan seorang penjudi yang “tidak bisa beranjak dari meja judi”.

“Layaknya seorang penjudi yang kalah… Sang atasan tengah mempersiapkan fase perang berikutnya, sementara Amerika kini berada di tepi jurang kebijakan yang mengutamakan kepentingan Israel,” tulisnya. 

Pernyataan ini merupakan tanggapan atas unggahan panjang dari Vance, yang mengakui bahwa perang melawan Iran telah merugikan Partai Republik dalam pemilihan umum paruh waktu (midterm elections).

Vance menyatakan  banyak warga Amerika yang memilih Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024 justru beralih mendukung Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu, akibat perang melawan Iran dan berbagai keluhan terkait hal tersebut.

AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada akhir Februari. Keputusan ini bertolak belakang dengan janji kampanye Trump untuk tidak memulai perang baru, dan menuai kritik luas karena dianggap lebih mengutamakan kepentingan Israel daripada kepentingan Amerika. 

Meskipun Trump mengakui bahwa perang dengan Iran menjadi faktor utama kekalahan Partai Republik dalam pemilu, ia tidak menunjukkan niat untuk menghentikan konflik tersebut dan justru tetap membuka peluang untuk meningkatkannya.

“Tidak perlu ceramah panjang lebar. Mengapa Anda tidak sampaikan saja hal ini kepada atasan Anda?” tambah Qalibaf.

Share: