Kepaa Barat, Iran Peringatkan Selat Hormuz Bukan Panggung Unjuk Mekuatan Militer

Keamanan Selat Hormuz sepenuhnya menjadi tanggung jawab Iran dan Oman, tutur Gharibabadi.


Teheran, Suarathailand- Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi di platform media sosial X menyatakan Iran memperingatkan Selat Hormuz bukan panggung unjuk kekuatan militer negara di luar kawasan. 

"Iran yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, memperingatkan terhadap setiap pergerakan militer di jalur perairan yang sensitif itu," kata Kazem seperti dilaporkan Xinhua. 

Keamanan Selat Hormuz sepenuhnya menjadi tanggung jawab Iran dan Oman, tutur Gharibabadi, seraya menepis pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Jumat (3/7) oleh perdana menteri Inggris yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Keir Starmer, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Selain itu Starmer dan Macron menyebut jalur perairan itu sebagai urat nadi vital bagi perekonomian global. Keduanya juga menyatakan bahwa memulihkan pelayaran yang aman bagi kapal-kapal dari semua negara melalui selat tersebut merupakan masalah yang menjadi perhatian global.

Keduanya mengatakan Oman telah sepakat untuk bekerja sama dengan Inggris dan Prancis guna memastikan perairan teritorial kedaulatannya aman untuk pelayaran.

Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Fars, dengan mengutip data pelacakan maritim terbaru, pada Sabtu melaporkan bahwa delapan kapal yang berupaya melintasi jalur perairan tersebut di sepanjang pesisir Oman telah berbalik arah.

Pada hari yang sama, Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah kapal itu sempat mencapai ujung Semenanjung Musandam yang menjorok ke titik sempit tersebut, sebelum akhirnya berbalik arah secara tiba-tiba.

"Satu kapal tanker minyak mentah, dua kapal tanker produk minyak, dan satu kapal kargo curah kemudian berlayar ke arah utara untuk mengambil rute keluar" sesuai arahan Iran, menurut laporan tersebut.

Iran telah memperketat kendalinya terhadap Selat Hormuz sejak 28 Februari dengan melarang kapal-kapal yang dimiliki atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS melintas dengan aman, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran.


Share: