Iran dan AS Bentuk Komite Gabungan Pantau Pasukan Israel di Lebanon

"Komite gabungan, yang terdiri atas Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon, akan dibentuk untuk memastikan kedaulatan nasional Lebanon (dari agresi Israel).


Teheran, Suarathailand- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Selasa (30/6), menyatakan Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon akan membentuk komite gabungan untuk memastikan kedaulatan nasional Lebanon.

"Komite gabungan, yang terdiri atas Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon, akan dibentuk untuk memastikan kedaulatan nasional Lebanon (dari agresi Israel). Duta besar Iran untuk Lebanon akan menjadi perwakilan kami dalam komite tersebut," kata Ghalibaf.

Ia menambahkan  izin yang diberikan Amerika Serikat bagi penjualan minyak Iran akan diperpanjang apabila perundingan antara kedua negara terus berlanjut.

"Izin ini harus diperpanjang hingga perundingan, jika diperpanjang, maka mencapai hasil akhir berupa pencabutan sanksi primer maupun sekunder terhadap Iran," jelasnya.

Ghalibaf juga mengatakan para pihak belum mulai membahas kesepakatan final karena belum semua ketentuan dalam nota kesepahaman telah dilaksanakan.

Sebelumnya, Senin (29/6), Office of Foreign Assets Control (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS menerbitkan lisensi umum yang mengizinkan kegiatan terkait produksi, penjualan, pengiriman, dan pembongkaran minyak mentah, produk petrokimia, serta produk minyak bumi Iran hingga 21 Agustus mendatang.

Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman pada Kamis dini hari (18/6) waktu setempat secara jarak jauh, di mana kesepahaman itu mengatur penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari.

Dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta bagi Iran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Share: