SNSC menambahkan bahwa perundingan dengan negara-negara terkait sedang dilakukan secara serius guna mencabut sejumlah pembatasan penerbangan yang dinilai ilegal.
Teheran, Suarathailand- Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (Supreme National Security Council/SNSC) Iran pada Sabtu (26/9) membantah dalam sebuah pernyataan bahwa Iran akan melakukan aksi balasan militer sebagai respons atas pembatasan penerbangan yang baru-baru ini diberlakukan terhadap negara tersebut.
SNSC mengeluarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas sejumlah penafsiran dan kutipan yang menyesatkan terkait pernyataan terbaru Sekretaris SNSC Mohsen Rezaei mengenai masalah transportasi udara, yang telah menimbulkan pertanyaan dan ketidakjelasan.
SNSC membantah klaim bahwa Iran akan menempuh aksi balasan militer sebagai respons terhadap pembatasan penerbangan baru-baru ini.
SNSC menambahkan bahwa perundingan dengan negara-negara terkait sedang dilakukan secara serius guna mencabut sejumlah pembatasan penerbangan yang dinilai ilegal.
SNSC menegaskan bahwa terdapat banyak cara nonmiliter untuk mengambil tindakan balasan terhadap pihak-pihak yang mematuhi pembatasan tersebut. Cara-cara itu dapat diterapkan terhadap bandara-bandara tertentu jika diperlukan. Namun, SNSC menyatakan harapannya agar situasi tidak sampai ke tahap tersebut.
Pada Senin (21/9), Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan bahwa operasi seluruh maskapai penerbangan Iran di seluruh dunia akan ditutup mulai Rabu (23/9).
Dia juga mengancam akan memberlakukan sanksi sekunder terhadap perusahaan-perusahaan yang menyediakan layanan penerbangan kepada maskapai-maskapai Iran.



