Kebakaran hutan di Indonesia, menurut Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, sudah mencapai 202.004,30 hektar pada periode Januari – Juli 2026.
Beijing, Suarathailand- Antara melaporkan Kementerian Perhubungan RI menjajaki penggunaan pesawat buatan BUMN China "Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC)" untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
"Kami melakukan menjajakan agar C909 dari COMAC dapat membantu memadamkan kebakaran hutan yang sedang dialami di beberapa wilayah di Indonesia saat ini," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa saat ditemui di Beijing, Selasa.
Lukman berada di Beijing sebagai anggota delegasi pemerintah Indonesia untuk menghadiri Global Sustainable Transport Forum (GSTF) 2026 dan The 12th APEC Transportation Ministerial Meeting yang keduanya diselenggarakan di Beijing.
Pertemuan dengan para petinggi COMAC sendiri telah berlangsung sebelumnya di Shanghai.
Selain dari COMAC, Kemenhub juga mencatat ada delapan negara yang membantu pemadaman karhutla di Indonesia dengan mengirimkan total 41 pesawat.
Negara-negara itu adalah Australia (7 unit), Amerika Serikat (16 unit), Rusia (7 unit), Ukrania (4 unit), Selandia Baru (1 unit), Laos (1 unit), Vietnam (3 unit) dan Kanada (2 unit).
COMAC C909 sendiri adalah pesawat yang sudah beroperasi sejak 2016 dan tersedia dalam berbagai konfigurasi kabin dari 78 sampai 97 kursi. Pesawat ini sudah disewa dan dioperasikan oleh maskapai internasional seperti TransNusa (Indonesia) dan VietJet (Vietnam) untuk rute regional.
Pesawat itu memiliki kemampuan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan operasional di wilayah perbatasan China dan kawasan luar negeri seperti Asia Tenggara dan Afrika dan cocok untuk bandara penghubung sekunder.
Rencananya, pemadaman api digunakan dengan menggunakan teknologi baru dari COMAC yang lebih presisi saat ditembakkan ke titik api dengan menggunakan material ramah lingkungan.
Namun kedatangan pesawat COMAC itu sendiri belum dapat dipastikan waktunya karena membutuhkan persiapan logistik dan pengurusan izin terbang. Seluruh biaya pemadaman api ditanggung oleh COMAC sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan itu.
Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) adalah BUMN asal China yang memproduksi pesawat berbadan besar untuk mengangkut penumpang. COMAC, yang berkantor pusat di Shanghai itu didirikan pada 11 Mei 2008.
Kebakaran hutan di Indonesia, menurut Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, sudah mencapai 202.004,30 hektar pada periode Januari – Juli 2026.
Kebakaran itu terutama terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Selatan dan Lampung, termasuk di area hutan lindung, hutan konservasi, taman nasional dan cagar hutan.
Lebih dari 12,5 juta orang di tujuh provinsi di Indonesia itu telah terpapar kabut asap, dan infeksi pernapasan yang terkait dengan kebakaran meningkat menjadi 113.336 kasus per 9 September.
Selain di Indonesia, selama sebulan terakhir, Kuching , Kuala Lumpur dan Singapura juga sering masuk dalam kota-kota besar paling tercemar di dunia saat kabut asap kebakaran hutan mempengaruhi kawasan ini.
Pemerintah telah menempatkan 53 pesawat di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 pesawat di antaranya ditugaskan untuk pengeboman air dan 19 unit lainnya untuk patroli udara serta Operasi Modifikasi Cuaca.
Dalam mitigasi bencana ini, Jepang telah mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook bersama sekitar 180 personel untuk memperkuat penanggulangan udara di Kalimantan Barat.



