Sejak Februari 2022 hingga 30 Juni 2026, total korban mencapai 30.913 orang, termasuk sekitar 8.434 korban tewas.
Moskow, Suarathailand- Xinhua melaporkan serangan militer Ukraina telah menewaskan hampir 8.500 warga sipil di Rusia sejak Februari 2022. Informasi tersebut disampaikan Duta Besar untuk Urusan Khusus Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia Rodion Miroshnik dalam sebuah taklimat pada Jumat (3/7).
Sejak Februari 2022 hingga 30 Juni 2026, total korban mencapai 30.913 orang, termasuk sekitar 8.434 korban tewas.
Serangan Ukraina telah merusak infrastruktur sipil di 42 wilayah Rusia dalam tiga bulan terakhir. Mengutip sejumlah insiden penting, dirinya menyoroti serangan terhadap sebuah perguruan tinggi di Starobelsk, serangan terhadap sebuah bus yang mengangkut anak-anak Belarus di wilayah Bryansk, serta serangan terhadap sebuah bus penumpang sipil di Yenakiyevo.
Miroshnik juga menyampaikan bahwa total 373 anak telah tewas dan 1.845 lainnya luka-luka sejak 2014.
Rusia mengecam serangan Ukraina terhadap sasaran sipil dan menyampaikan sebuah nota diplomatik resmi kepada Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/OHCHR) guna mendesak penyelidikan internasional terhadap insiden-insiden ini.



