Kementerian Kesehatan Kenya "mengonfirmasi empat kasus baru Ebola", sehingga total kasus menjadi tujuh, termasuk korban pertama yang telah meninggal dunia.
Kenya, Suarathailand- Kenya telah mengonfirmasi empat kasus baru Ebola, demikian pernyataan kementerian kesehatan pada hari Sabtu. Kasus-kasus tersebut mencakup seorang kerabat dari korban pertama serta tiga petugas kesehatan yang sempat merawatnya.
Sebelum tanggal 6 Oktober, negara ini belum pernah melaporkan satu pun kasus virus menular tersebut. Kasus pertama muncul setelah seorang pria Kenya yang sempat tinggal di Republik Demokratik Kongo (RDK) meninggal dunia sekembalinya ke Kenya.
RDK menyatakan wabah Ebola ke-17 pada bulan Mei dan sejak saat itu telah melaporkan lebih dari 9.000 kasus. Penyakit mematikan ini telah merenggut nyawa lebih dari 15.000 orang di Afrika selama 50 tahun terakhir.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Kenya "mengonfirmasi empat kasus baru Ebola", sehingga total kasus menjadi tujuh, termasuk korban pertama yang telah meninggal dunia.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa keempat orang itu "mengalami demam" dan segera diisolasi sebelum menjalani tes, yang kemudian menunjukkan hasil positif.
"Kasus-kasus baru ini mencakup seorang kerabat laki-laki dari korban yang telah meninggal," ujar pihak kementerian, seraya menambahkan bahwa pria tersebut telah menjalani karantina sejak 6 Oktober.
Para petugas kesehatan—dua pria berusia 29 dan 35 tahun, serta seorang wanita berusia 32 tahun—pernah merawat pasien pertama dan telah dikarantina sejak 9 Oktober.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali bahwa "risiko bagi masyarakat umum tetap rendah" dan menyatakan bahwa "tidak ada bukti penularan di tengah masyarakat".
Dari 130 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien, 128 orang telah berhasil dilacak dan kini sedang menjalani karantina, tambah pernyataan tersebut.
Pada hari Jumat, kementerian mengumumkan kasus ketiga, yakni seorang kerabat perempuan berusia 65 tahun dari korban pertama, yang kini tengah menerima perawatan. Seorang kerabat lainnya, pria berusia 39 tahun, juga berada dalam karantina setelah dinyatakan positif dua hari sebelumnya.
Sebelumnya, negara ini belum pernah melaporkan adanya kasus Ebola.
Negara tetangga, Uganda, sempat mencatat 20 orang terinfeksi—yang hampir seluruhnya merupakan pendatang dari RDK—serta dua kematian, sebelum akhirnya dinyatakan bebas Ebola pada bulan Agustus.



