Ini merupakan upaya pemakzulan kedua terhadap Duterte setelah proses sebelumnya gugur sebelum dibawa ke Senat menyusul putusan Mahkamah Agung yang menyatakan adanya pelanggaran prosedur.
Manila, Suarathailand- Kyodo News melaporkan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali menghadapi proses pemakzulan setelah DPR setempat menyetujui pengajuan pasal pemakzulan terhadap dirinya, Senin (11/5).
Situasi ini diperkuat dengan 255 dari 318 anggota majelis rendah yang mendukung pengajuan pasal pemakzulan Duterte, melampaui ambang batas konstitusional sepertiga suara yang dibutuhkan untuk membawa kasus tersebut ke majelis tinggi (Senat).
Selanjutnya Senat akan bersidang sebagai pengadilan pemakzulan guna menentukan apakah Duterte harus dicopot dari jabatannya.
Jika terbukti bersalah, ia juga bisa dilarang secara permanen untuk memegang jabatan publik.
Tuduhan terhadap Duterte mencakup dugaan penyalahgunaan dana publik dan ancaman pembunuhan terhadap mantan sekutunya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr..
Ini merupakan upaya pemakzulan kedua terhadap Duterte setelah proses sebelumnya gugur sebelum dibawa ke Senat menyusul putusan Mahkamah Agung yang menyatakan adanya pelanggaran prosedur.
Kasus tersebut dinilai dapat memengaruhi peluang Duterte untuk maju dalam pemilihan presiden 2028.
Hubungan politik Duterte-Marcos memburuk setelah keduanya terpilih pada 2022.
Ketegangan meningkat setelah pemerintahan Marcos menyerahkan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte — ayah Sara Duterte — kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag.
Rodrigo Duterte kini ditahan sambil menunggu persidangan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kampanye perang melawan narkoba saat ia berkuasa.



