Setiap kali RD Kongo menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang besar, China selalu konsisten mengulurkan bantuan yang tepat waktu.
Kongo, Suarathaland- Xinhua melaporkan tim ahli medis antiepidemi China tiba di Kinshasa, Ibu Kota Republik Demokratik (RD) Kongo, Selasa (2/6), untuk membantu negara Afrika Tengah menanggulangi wabah Ebola.
Perwakilan Kementerian Kesehatan RD Kongo, Luku Maleyo Marius, menyambut kedatangan tim yang akan bertugas selama tiga bulan tersebut di bandara.
Marius menyatakan pengiriman ahli medis oleh China merupakan bentuk dukungan yang tepat waktu dan kuat bagi pemerintah dan rakyat RD Kongo. Setiap kali RD Kongo menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang besar, China selalu konsisten mengulurkan bantuan yang tepat waktu.
Marius berharap misi itu dapat semakin memperkuat kapasitas pencegahan, pengendalian, dan penanganan epidemi di negara itu, serta membantu mengendalikan wabah secepat mungkin.
Ketua tim pakar China, Lu Ming, menyatakan timnya akan segera bekerja sesuai dengan kebutuhan pihak RD Kongo.
Mereka juga akan bekerja sama dengan lembaga medis dan pengendalian penyakit setempat untuk memberikan dukungan dalam penilaian epidemi, manajemen kasus, serta bidang-bidang lainnya.
Ming menambahkan bahwa tim tersebut akan melakukan kerja sama erat dengan pihak RD Kongo untuk melindungi nyawa dan kesehatan masyarakat, serta menyumbangkan keahlian China untuk membantu RD Kongo mengendalikan wabah tersebut pada tahap awal.
Pada 15 Mei, RD Kongo secara resmi mengonfirmasi wabah Ebola ke-17 di negara itu sejak 1976. Dua hari kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah itu sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin (1/6) mengumumkan keputusan untuk mengirim tim ahli medis guna mendukung upaya pengendalian Ebola di RD Kongo.



