China Pecat 33 Pejabat Termasuk 16 Jenderal Diduga Terindikasi Korupsi

16 jenderal senior China dipecat dalam upaya bersih-bersih pemerintahan China.

 

Beijing, Suarathailand- Beijing mengungkapkan rincian baru mengenai skala gerakan anti-korupsi yang menyasar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan industri pertahanan, dengan sejumlah nama baru yang dipastikan tengah dalam penyelidikan.

Menurut laporan *South China Morning Post*, nama-nama tersebut mencakup para jenderal tinggi yang pernah memimpin komando wilayah, kepala Kantor Umum Komisi Militer Pusat (CMC) yang berpengaruh, serta para eksekutif di perusahaan-perusahaan pertahanan utama.

Nama-nama tersebut tercantum dalam komunike yang dirilis pada penutupan pleno kelima Komite Sentral ke-20 hari Kamis, menyusul rampungnya penyelidikan partai terhadap para pejabat dan eksekutif tersebut, sekaligus penetapan keputusan untuk mengeluarkan mereka.

Pertemuan empat hari itu mengonfirmasi pemecatan 33 anggota penuh maupun anggota pengganti Komite Sentral, termasuk 16 jenderal senior. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang anti-korupsi berskala besar yang melanda angkatan bersenjata tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Jumlah pejabat yang dikenai sanksi disipliner ini mencatatkan angka tertinggi dalam sesi-sesi pleno belakangan ini.

Pertemuan tersebut berfokus pada disiplin partai dan loyalitas politik, serta mengadopsi dokumen yang bertujuan untuk “memperdalam tata kelola mandiri partai”.

Komunike tersebut menyatakan bahwa kepemimpinan partai di bawah Presiden Xi Jinping telah menghadapi masalah internal dengan “ keberanian politik yang luar biasa dan rasa tanggung jawab yang kuat”, serta melakukan pembenahan ke dalam guna menyingkirkan “bahaya tersembunyi yang serius” di tubuh militer.

Pengungkapan pada hari Kamis mencakup informasi mengenai dua direktur Kantor Umum Komisi Militer Pusat (CMC) yang menjabat secara berturut-turut—Letnan Jenderal Zhong Shaojun dan Fang Yongxiang—yang dicopot keanggotaannya dari Komite Sentral dalam pleno tersebut. 

Posisi ini merupakan salah satu saluran paling krusial bagi ketua Komisi Militer Pusat untuk menjalankan komando atas angkatan bersenjata.

Zhong memiliki rekam jejak panjang dalam melayani di bawah Xi Jinping; ia telah mendampingi pemimpin Tiongkok tersebut sejak Xi menjabat sebagai pejabat senior tingkat provinsi di Zhejiang antara tahun 2002 hingga 2007. 

Ia kemudian menyertai Xi ke Beijing pada tahun 2007 dan mulai berkecimpung di lingkungan militer pada tahun 2013 sebagai wakil direktur Kantor Umum CMC, yang menjadikannya orang kepercayaan utama Xi di dalam angkatan bersenjata. 

Zhong dipromosikan menjadi direktur Kantor Umum pada tahun 2017 sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2024. Pada bulan Agustus tahun ini, ia dicopot dari kursinya di badan legislatif tertinggi Tiongkok.

Penggantinya, Fang, meniti karier di Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan menghabiskan sebagian besar masa dinasnya dalam sistem kerja politik militer, sebelum mengambil alih Kantor Umum pada tahun 2024.

Fang tidak hadir dalam sidang pleno keempat pada bulan Oktober tahun lalu. Meskipun berstatus sebagai anggota pengganti (alternat) Komite Sentral, ia tidak terpilih untuk promosi saat posisi kosong di komite tersebut diisi.

Gelombang pemecatan terbaru ini juga menyasar komando wilayah (theatre commands) PLA, yang bertanggung jawab mengarahkan operasi militer.

Di antara mereka yang dipecat terdapat sejumlah jenderal, yakni Liu Qingsong, mantan komisaris politik Komando Wilayah Timur; Huang Ming, mantan komandan Komando Wilayah Utara; serta Wang Haijiang, mantan komandan Komando Wilayah Barat.

Ketiganya tidak hadir dalam sidang pleno keempat tahun lalu.

Mantan komandan Komando Wilayah Selatan, Wu Yanan, dan komisaris politik Wang Wenquan telah lama tidak terlihat di depan publik, dengan tugas-tugas mereka kini diambil alih oleh jenderal berpangkat lebih rendah.

Sidang pleno tersebut juga mengonfirmasi kejatuhan beberapa tokoh senior dalam industri pertahanan Tiongkok yang telah lama menghilang dari sorotan publik.

Di antaranya adalah Jin Zhuanglong dan Lei Fanpei, yang pernah menjabat sebagai wakil direktur Kantor Komisi Sentral untuk Pengembangan Terpadu Militer dan Sipil—lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan sistem industri militer. Keduanya telah dipecat dari partai.

Jin menduduki jabatan tersebut pada tahun 2017 sebelum ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi pada tahun 2022. Ia kemudian dicopot dari jabatan menteri tersebut pada bulan Februari tahun lalu.

Daftar eksekutif industri pertahanan yang dipecat juga mencakup empat mantan pimpinan konglomerat besar milik negara: Yu Jianfeng, ketua China National Nuclear Corporation; Yuan Jie, ketua China Aerospace Science and Industry Corporation; Zhang Zhongyang, manajer umum China Aerospace Science and Technology Corporation; serta Wen Gang, ketua China State Shipbuilding Corporation. 

Keempatnya dicopot dari jabatan mereka sekitar tahun 2024 dan kemudian menghilang dari pandangan publik.

Pertemuan tersebut berlangsung di saat jajaran tinggi angkatan bersenjata Tiongkok tengah diguncang oleh serangkaian perombakan.

Sidang pleno tersebut mengonfirmasi pemecatan mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia dan mantan anggota komisi Liu Zhenli dari partai. 

Kejatuhan keduanya awal tahun ini menyisakan hanya dua anggota dalam badan pimpinan militer yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang—yakni Xi sendiri dan wakil ketua CMC Zhang Shengmin, yang dalam sidang pleno ini diangkat menjadi anggota Politbiro.

Share: