Kejaksaan menuntut 9.174 orang atas tindak pidana terkait jabatan di sektor keuangan, badan usaha milik negara, dan sektor energi,
Beijing, Suarathailand- Mahkamah Agung Rakyat China menyatakan pengadilan-pengadilan di negaranya menyelesaikan 36.000 kasus, terkait tugas seperti korupsi dan penyuapan pada tahun 2025, di mana jumlah itu meningkat 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut laporan yang diserahkan ke sesi badan legislatif nasional China itu, pengadilan-pengadilan di China melakukan upaya terkoordinasi untuk memburu para pejabat korup yang melarikan diri ke luar negeri.
Mereka juga memperkuat tata kelola antikorupsi lintas perbatasan, menyita atau merampas hasil tindak pidana senilai 18,14 miliar yuan (satu yuan sekitar Rp2.452) pada 2025.
Sementara itu, dalam laporan kerjanya yang diserahkan untuk ditinjau pada hari yang sama, Kejaksaan Agung Rakyat China menerima perkara terhadap 30.500 orang yang terlibat dalam tindak pidana terkait jabatan dan menuntut 29.000 orang pada 2025, masing-masing naik 10,8 persen dan 20,5 persen.
Dalam upaya mengatasi korupsi di sektor-sektor penting, kejaksaan menuntut 9.174 orang atas tindak pidana terkait jabatan di sektor keuangan, badan usaha milik negara, dan sektor energi, papar laporan tersebut.



