Meskipun Meta telah memberikan jaminan, penjelasan tersebut gagal meredakan kekhawatiran para orang tua.
AS, Suarathailand- Meta telah melakukan pembaruan mendesak pada sistem saran *prompt* (perintah) kecerdasan buatan (AI) miliknya setelah chatbot tersebut meminta seorang ibu untuk mengidentifikasi putri kecilnya dan kemudian menampilkan informasi pribadi yang rinci, sehingga memicu kekhawatiran baru terkait privasi di kalangan orang tua.
Insiden ini mencuat setelah Kalie Robins, seorang pengguna Instagram, mengunggah video yang menampilkan putrinya. Meta AI secara otomatis memunculkan saran *prompt* yang berbunyi, "Siapa penumpang anak itu?"
Saat Robins berinteraksi dengan chatbot tersebut, sistem itu mengambil dan menampilkan nama, usia, detail keluarga, data lokasi, bahkan foto-foto anak-anaknya yang ia yakini telah dihapus sebelumnya.
Merasa terganggu dengan pelanggaran privasi tersebut, ia mengunggah video secara daring untuk mempertanyakan langkah-langkah keamanan dan privasi platform itu.
Juru bicara Meta, Dina El-Kassaby, mengakui adanya kesalahan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada *The Verge*, seraya menyatakan bahwa sistem saran itu mengalami malfungsi dan tidak sesuai dengan standar perusahaan.
Ia mengonfirmasi bahwa Meta telah mengatasi masalah tersebut dengan mencegah AI menyarankan *prompt* terkait data pribadi individu dalam video, serta menambahkan bahwa chatbot hanya mengakses informasi yang memang sudah memiliki izin untuk dilihat oleh pengguna tersebut.
Meskipun perusahaan teknologi raksasa itu telah memberikan jaminan, penjelasan tersebut gagal meredakan kekhawatiran para orang tua.
Para kritikus khawatir bahwa sistem AI tersebut secara aktif memproses dan menghubungkan riwayat unggahan dari berbagai akun anggota keluarga—termasuk konten yang seharusnya sudah dihapus—untuk menyusun profil pribadi yang rinci.
Robins mencatat bahwa AI tersebut tampaknya menyatukan berbagai detail yang dikumpulkan dari unggahan anggota keluarga lainnya untuk menyusun profil lengkap mengenai anaknya.




