Washington juga menaruh perhatian pada potensi penggunaan AI untuk menciptakan senjata biologis.
AS, Suarathailand- Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk membentuk mekanisme guna membahas isu-isu terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menkeu Bessent menyampaikan pernyataan tersebut usai pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York, Minggu (20/9), menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang dijadwalkan akhir pekan ini.
"Hal terpenting adalah memulai pembicaraan, jadi kami telah membentuk Dialog AI. Kami kemungkinan akan bertemu lagi dalam dua bulan," kata Bessent dalam wawancara dengan Financial Times.
AS bertujuan mengelola risiko yang terkait dengan pengembangan AI, khususnya mengenai agen AI yang tidak terkendali dan ancaman siber dari aktor non-negara, kata Bessent.
AS juga menaruh perhatian pada potensi penggunaan AI untuk menciptakan senjata biologis.
China lebih fokus pada pengendalian teknologi AI itu sendiri, ungkap seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya kepada surat kabar tersebut.
Belakangan ini muncul kekhawatiran di AS bahwa AI dapat menimbulkan ancaman bagi umat manusia. Trump secara terbuka mendukung kelanjutan pengembangan bidang tersebut, dengan menegaskan bahwa AS tidak boleh membiarkan China memimpin.
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.



