18 Ribu Warga Asing Dideportasi dari Kamboja Kasus Penipuan Siber

"Dari 1 Januari hingga 9 Agustus, Kamboja mendeportasi lebih dari 50.000 warga negara asing (WNA), termasuk lebih dari 17.700 tersangka penipuan daring."


Kamboja, Suarathailand- Xinhua melaporkan Direktur Jenderal Departemen Umum Imigrasi Kamboja Letnan Jenderal Sok Veasna mengatakan Kamboja telah mendeportasi hampir 18.000 warga negara asing (WNA) tersangka penipuan daring asal luar negeri tahun ini di tengah penindakan tegas yang sedang berlangsung terhadap kejahatan siber, kata seorang pejabat imigrasi negara itu, Selasa (11/8).

Operasi pemberantasan penipuan daring telah meningkat tajam sejak awal 2026 di Kamboja.

"Periode 1 Januari hingga 9 Agustus, Kamboja mendeportasi lebih dari 50.000 warga negara asing (WNA), termasuk lebih dari 17.700 tersangka penipuan daring," kata Sok.

WNA sisanya yang dideportasi, terdiri dari individu pemegang dokumen yang tidak sah, seperti paspor atau visa yang telah kedaluwarsa, maupun mereka yang tidak memiliki izin kerja, serta buronan asing.

Thong Mengdavid, wakil direktur Pusat Studi China-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, mengatakan meskipun deportasi massal merupakan langkah yang sudah lama tertunda untuk memulihkan reputasi Kamboja serta memutus jaringan penipuan siber berskala besar, langkah tersebut tetap hanya solusi sementara.

"Untuk benar-benar memenangkan peperangan ini, Kamboja harus menargetkan para gembong tingkat tinggi dan membongkar jaringan perlindungan lokal yang memungkinkan operasi-operasi ini berkembang," kata Thong kepada Xinhua.

Dia menegaskan akar permasalahan akan terus ada sampai masalah mendasar terkait perdagangan manusia dan korupsi ditangani sepenuhnya.


Share: