132 Orang Tewas, 570 Terluka Akibat gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia

Setidaknya 570 orang terluka akibat gempa tersebut, demikian disampaikan Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia dalam pembaruan pernyataan pada hari Senin.


Kolombia, Suarathailand- BBC melaporkan Ssetidaknya 132 orang tewas dan status darurat telah ditetapkan setelah Kolombia diguncang salah satu gempa bumi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah, karena dikhawatirkan masih ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu terjadi pada pukul 07.34 (12.34 GMT) di kedalaman 103 km (64 mil) di provinsi Chocó, menurut badan geologi negara tersebut. Guncangan gempa terasa di wilayah yang sangat luas, membentang hingga ratusan mil di seluruh wilayah barat Kolombia.

Banyak korban jiwa terkonsentrasi di kota Pereira, yang terletak di kawasan penghasil kopi Kolombia; kota-kota di sekitarnya serta wilayah Valle del Cauca juga terdampak parah.

Pusat gempa berada di dekat desa San José del Palmar, provinsi Chocó, namun wali kota setempat, León Fabio Marín Moncada, mengatakan bahwa secara ajaib tidak ada korban tewas maupun luka-luka di sana—meskipun akses jalan keluar-masuk mengalami kerusakan.

Setidaknya 570 orang terluka akibat gempa tersebut, demikian disampaikan Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia dalam pembaruan pernyataan pada hari Senin.

Kota Pereira, yang berjarak sekitar 55 km (34 mil) dari pusat gempa, mengalami kerusakan yang tergolong paling parah.

Video yang telah diverifikasi oleh BBC memperlihatkan setidaknya satu bangunan runtuh di Plaza Bolívar, alun-alun utama kota tersebut, dengan puing-puing dan debu berserakan di ruang terbuka tempat banyak orang berkumpul.

Otoritas setempat melaporkan setidaknya 67 orang tewas di wilayah metropolitan kota itu, dengan 65 bangunan runtuh. Orang-orang diperkirakan terjebak di dalam 15 bangunan di antaranya.

Jam malam diberlakukan di beberapa bagian kota hingga pukul 05.00 waktu setempat pada hari Selasa.

Sebanyak tiga puluh dua bangunan runtuh di Cali, kota yang terletak sekitar 160 km di selatan Pereira dan sekitar 200 km dari pusat gempa.

Dan Cutler, 29 tahun, berasal dari London namun telah berada di Kolombia selama sekitar dua bulan dalam perjalanan panjang bersama pasangannya; saat ini ia berada di Cali.

Setelah terbangun akibat gempa, ia mengatakan kepada BBC: "Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya." "Kami berlari keluar dengan mengenakan piyama. Tidak ada kerusakan struktural yang parah pada hotel, namun terdapat retakan pada permukaan dinding, serta cat dan plester yang mengelupas," ujarnya.



Share: