Yaman Dukung Iran, Peringatkan Negara-Negara Arab Soal Konspirasi Zionis Israel

Yaman mendukung Iran sambil menekankan hak Republik Islam untuk membela diri dan menghadapi rezim agresor.


Yaman, Suarathailand- Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman menegaskan kembali solidaritas yang tak tergoyahkan dengan Teheran, memperingatkan negara-negara Arab untuk tidak menjadi "alat" bagi "konspirasi Zionis" menyusul agresi ilegal AS-Israel terhadap Iran.

Berbicara pada hari Rabu, Mahdi al-Mashat mengatakan Yaman mendukung Iran sambil menekankan hak Republik Islam untuk membela diri dan menghadapi rezim agresor.

Ia lebih lanjut mencatat bahwa serangan militer terhadap Iran diluncurkan karena kebijakan "serakah" Zionis di kawasan tersebut.

Menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam, ia berkata, "Jika Anda tidak membantu mengalahkan konspirasi Zionis, jangan menjadi alat untuk melaksanakannya."

Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran.

Angkatan bersenjata Iran telah merespons dengan melancarkan operasi rudal dan drone hampir setiap hari yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.

Selain itu, pada hari Rabu, biro politik gerakan perlawanan rakyat Ansarullah Yaman mengucapkan selamat kepada Iran atas keberhasilan operasi pembalasannya.

Dikatakan bahwa serangan anti-Iran bertujuan untuk memperkuat rezim Israel agar mencapai kendali absolut atas seluruh wilayah.

Seorang komandan militer senior Yaman mengatakan penutupan Selat Bab el-Mandeb yang strategis adalah salah satu tujuan Ansarullah.

Iran saat ini berjuang untuk membela wilayah tersebut, umat Islam, dan kesucian, melawan front penistaan dan pemberontakan, demikian ditekankan.

Sekarang, satu-satunya pilihan adalah jihad (berjuang demi Allah) dan perlawanan terhadap musuh Zionis-Amerika yang hanya memahami bahasa kekerasan, tambahnya.

Sementara itu, sebuah laporan mengatakan Ansarullah siap memasuki medan perang untuk mendukung Iran.

"Seperti yang telah mereka nyatakan sejak hari pertama agresi ilegal pada 28 Februari, Ansarullah dalam keadaan siaga penuh dan siap memasuki medan perang," lapor Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.

Gerakan perlawanan itu, tambah sumber tersebut, siap untuk ikut campur dengan mengendalikan Selat Bab el-Mandeb yang strategis sebagai instrumen tekanan yang menargetkan para agresor.

Share: