>Pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 diadakan di Davos, mempertemukan hampir 3.000 pemimpin dunia, CEO, dan perwakilan dari lebih dari 130 negara.
>Peserta utama termasuk para pemimpin dari G7, Presiden AS, kepala organisasi internasional, dan eksekutif senior dari perusahaan teknologi AI terkemuka.
>Tema utama berfokus pada penanganan tantangan ekonomi, geopolitik, transisi teknologi (AI generatif), dan keberlanjutan, untuk membentuk arah kerja sama global.
Swiss, Suarathailand- Pertemuan Tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF) secara resmi dibuka pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, dengan tema “Semangat Dialog”.
Pertemuan ini bertujuan menyediakan platform netral bagi para pemimpin dari sektor publik, bisnis, dan masyarakat sipil untuk bertukar pandangan, mencari solusi untuk tantangan global bersama, dan mendorong inovasi yang akan membentuk masa depan ekonomi dan masyarakat global.
Tahun ini, para pemimpin dari lebih dari 130 negara—hampir 3.000 orang—ikut serta, menandai partisipasi pemerintah tertinggi sepanjang sejarah. Sekitar 400 pemimpin politik diperkirakan akan hadir, termasuk sekitar 65 kepala negara dan pemerintahan, dengan hampir semua pemimpin G7 hadir. Pertemuan ini juga mempertemukan hampir 850 CEO dan ketua perusahaan besar, serta hampir 100 pemimpin dari perusahaan rintisan unicorn dan perusahaan teknologi mutakhir.
Para pemimpin global yang hadir tahun ini termasuk Donald Trump, Presiden Amerika Serikat; Mark Carney, Perdana Menteri Kanada; Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa; Friedrich Merz, Kanselir Federal Jerman; Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina; dan Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, bersama para pemimpin dari Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Pada saat yang sama, kepala organisasi internasional besar juga berpartisipasi, termasuk António Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa; Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF; Ngozi Okonjo-Iweala, Direktur Jenderal WTO; Ajay Banga, Presiden Grup Bank Dunia; dan Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO.
Di bidang teknologi dan inovasi, banyak eksekutif senior yang hadir, termasuk Jensen Huang (NVIDIA), Satya Nadella (Microsoft), Dario Amodei (Anthropic), Demis Hassabis (Google DeepMind), serta perwakilan dari OpenAI, Palantir dan Mistral AI, dan akademisi AI global terkemuka.
Diskusi tahun ini berfokus pada pengelolaan volatilitas geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan transisi teknologi—terutama AI generatif—bersamaan dengan keamanan energi, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan keterampilan tenaga kerja di era digital.
Pertemuan ini juga akan mengkaji bentuk-bentuk kerja sama baru di dunia di mana kepercayaan internasional melemah dan aturan global semakin ditantang.
WEF menyatakan bahwa program tahun ini dirancang berorientasi pada solusi, bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan inklusif, memperkuat daya saing, dan meningkatkan ketahanan jangka panjang ekonomi global, sambil mengakui keterbatasan sumber daya planet ini.
Lebih dari 200 sesi akan disiarkan langsung melalui platform digital, memungkinkan audiens di seluruh dunia untuk mengikuti pertemuan secara langsung—mencerminkan peran Davos sebagai forum global yang melampaui peserta di lokasi.
Oleh karena itu, WEF 2026 dipantau secara ketat sebagai platform kunci yang dapat membantu membentuk arah dalam ekonomi, politik, teknologi, dan kerja sama internasional pada titik balik bagi dunia.




