Majelis Pakar Iran, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama, resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, 56 tahun, sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam dan Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Teheran, Suarathailand- Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi baru Revolusi Islam dan Republik Islam Iran.
Majelis Pakar Iran, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama, pada Minggu malam secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, 56 tahun, sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam dan Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Mojtaba Khamenei adalah putra dari Pemimpin Tertinggi yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
"Dengan suara yang menentukan, Majelis Pakar menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran," kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pengumuman yang dikeluarkan oleh Sekretariat Majelis Pakar ini dimulai dengan doa-doa kepada Allah Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang, dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada bangsa Iran yang mulia dan merdeka.
Pernyataan ini menghormati kemartiran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang wafatnya menandai berakhirnya era kepemimpinan yang bijaksana dan teguh. Ayatollah Khamenei gugur sebagai martir pada tanggal 28 Februari dalam serangan teroris AS dan Israel.
Pernyataan ini juga memberikan penghormatan kepada para martir mulia lainnya, termasuk para komandan berpangkat tinggi angkatan bersenjata dan para siswa tak berdosa dari Sekolah Shajra Tayyiba di Kota Minab, semua korban serangan barbar oleh Amerika yang kriminal dan rezim Zionis.
Pernyataan tersebut menghormati lembaga luhur Wilayat al-Faqih (Perwalian Ulama Islam) selama masa gaibnya Imam Zaman (semoga Allah mempercepat kemunculannya kembali), menekankan peran pentingnya dalam sistem Republik Islam.
Pernyataan itu merayakan 47 tahun pemerintahan teladan oleh para Imam Revolusi, yang berakar pada martabat, kemandirian, dan otoritas ilahi.
Setelah studi yang cermat dan pemungutan suara yang menentukan oleh para perwakilan yang terhormat, yang dipandu oleh kewajiban agama dan pertanggungjawaban di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei (semoga Allah melindunginya) diperkenalkan sebagai Pemimpin baru.
Pernyataan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota dewan sementara berdasarkan Pasal 111 atas pengabdian sementara mereka dan menyerukan kepada seluruh bangsa Iran yang mulia—terutama para elit, intelektual, ulama seminari, dan komunitas universitas—untuk berjanji setia tanpa ragu kepada kepemimpinan baru.
Pernyataan tersebut menyerukan persatuan di sekitar poros Wilayat al-Faqih, sebuah benteng melawan intrik kekuatan-kekuatan arogan.
Sebagai penutup, pernyataan Majelis Pakar memohon rahmat dan kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa yang berkelanjutan bagi Iran dan rakyatnya yang tabah, menegaskan bahwa Revolusi Islam tetap menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan untuk keadilan dan kemerdekaan.
Sementara itu warga Iran di seluruh pelosok negeri menyambut dengan meriah atas terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Revolusi Islam dan Republik Islam Iran. Warga turun ke jalan dan menyambut dan memberi dukungan kepada putra Ali Khamenei itu.




