Uji klinis tahap dua vaksin buatan Thailand melibatkan 300 hingga 600 orang.
Thailand akan memulai uji coba vaksin Covid-19 tahap II pada manusia dengan menggunakan teknologi Moderna Inc.
Thailand terus maju dengan rencana mengembangkan vaksin buatan dalam negeri dalam upaya melawan virus corona.
Universitas Chulalongkorn yang berbasis di Bangkok akan memulai uji klinis vaksin lokal pada manusia paling cepat April. Hal ini menjadi program inokulasi kedua di Thailand yang memasuki uji klinis, menurut Kiat Ruxrungtham, kepala peneliti di Pusat Keunggulan Penelitian dan Pengembangan Vaksin universitas.
Kiat Ruxrungtham mengatakan Pengembangan vaksin lokal ini menggunakan teknologi mRNA baru. Pengujian pada tikus transgenik menunjukkan vaksin dapat mencegah gejala klinis dan viremia setelah dua suntikan.
Universitas Chulalongkorn akan mendaftarkan 72 peserta pada tahap pertama uji coba pada manusia, sedangkan Tahap 2 mungkin melibatkan antara 300 hingga 600 peserta.
Dua dosis vaksin akan diberikan dalam waktu tiga minggu dan akan diminta untuk ditinjau secara bergilir oleh regulator obat Thailand, kata Kiat.
Dua dosis vaksin akan diberikan dalam waktu tiga minggu dan akan diminta untuk ditinjau secara bergilir oleh regulator obat Thailand,
Thailand pekan lalu mengumumkan vaksin pertama yang dikembangkan secara lokal akan memasuki uji klinis pada Maret karena pihak berwenang berupaya mengurangi ketergantungan pada impor.
Negara ini kemungkinan akan memulai program vaksinasi setelah kedatangan 2 juta dosis pertama yang dipesan dari Sinovac Biotech China minggu depan.
Pemerintah Thailand telah memesan 61 juta dosis tambahan dari AstraZeneca Plc. untuk menginokulasi 50% dari populasinya pada akhir tahun.
“Meski pada akhir tahun depan, kami mungkin mengalami kelebihan pasokan vaksin, kami ingin menyelesaikan pengembangan vaksin agar Thailand bisa mandiri untuk pandemi berikutnya,” kata Kiat.
Jika uji coba berhasil, BioNet-Asia Co. yang berbasis di Bangkok dapat memproduksi sebanyak 5 juta dosis vaksin Universitas Chulalongkorn pada akhir tahun ini dan 20 juta dosis setiap tahun mulai tahun 2022.
Pengembang mengharapkan pemerintah Thailand menyetujui penggunaan darurat vaksin setelah selesainya uji klinis tahap kedua.
Universitas Chulalongkorn juga telah memulai penelitian tentang vaksin generasi kedua terhadap varian Covid-19 Inggris dan Afrika Selatan dengan target untuk mengujinya pada tikus dalam dua bulan ke depan. (Bloomberg)




