Ursula menekankan otoritas EU harus tetap waspada di titik-titik masuk utama serta menjaga koordinasi yang erat antarlembaga terkait.
Eropa, Suarathailand- Melalui Media Sosial X, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan pentingnya pengawasan ketat di perbatasan luar kawasan Eropa, menyusul krisis migrasi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko.
"Situasi ini menunjukkan mengapa pengendalian perbatasan Eropa kita sangat penting. Kita telah memiliki sistem yang kuat, tetapi perlu ditingkatkan dan diperkuat lebih lanjut," tulis Von der Leyen.
Ursula menekankan otoritas EU harus tetap waspada di titik-titik masuk utama serta menjaga koordinasi yang erat antarlembaga terkait.
"Saat yang sama, kita memerlukan proses pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan Eropa," kata dia.
Ursula menyatakan mayoritas imigran ilegal yang sempat memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini telah kembali ke Maroko berkat kerja sama penegak hukum kedua negara.
"Kabar baiknya adalah sebagian besar dari mereka yang tiba secara ilegal telah kembali ke Maroko berkat kerja efektif aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko,” kata Von der Leyen.
“Tidak ada satu orang pun yang berhasil mencapai daratan utama Spanyol maupun wilayah Uni Eropa lainnya,” ujarnya, menambahkan.
Ursula mengatakan dirinya telah menggelar konferensi video bersama Komisioner Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi Magnus Brunner serta Komisioner untuk Mediterania dan Demografi Dubravka Suica guna mendapatkan pembaruan informasi terkini mengenai krisis di Ceuta.
Dia juga menyampaikan bahwa Komisi Eropa telah menawarkan bantuan penuh kepada Spanyol sejak awal krisis.
Ia pun menyambut baik usulan dari sejumlah pemimpin negara anggota EU yang mendesak penyelenggaraan konferensi video darurat guna mengevaluasi penanganan situasi ini.
“Memerangi migrasi ilegal memerlukan solidaritas dan respons Eropa yang bersatu," kata Von der Leyen.
Sebelumnya, beberapa pemimpin Eropa menyerukan rapat darurat para menteri dalam negeri EU untuk membahas krisis migrasi di Ceuta serta merumuskan langkah terkoordinasi demi mencegah terjadinya penyeberangan ilegal lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sedikitnya 67 korban tewas saat berusaha mencapai wilayah Spanyol selama krisis berlangsung, sementara hampir 70.000 imigran yang sempat memasuki Ceuta dari Maroko telah kembali.



