Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Community Development Universitas Airlangga Ni Nyoman Tri Puspa Ningsih menyatakan vaksin Merah Putih akan memasuki uji klinis tahap pertama.
Selain itu, ia menambahkan, target dari penyelesaian dan untuk penggunaan vaksin Merah Putih tersebut dimulai pada tahun 2023 mendatang.
Vaksin Covid-19 buatan Indonesia yang dikenal sebagai Vaksin Merah-Putih. Pengembangan vaksin ini, yang direncanakan menjadi bagian dari program imunisasi massal atau ditawarkan sebagai booster, sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk membangun kapasitas produksi vaksin secara mandiri.
Vaksin Merah-Putih disponsori oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan dikembangkan oleh tujuh lembaga ilmu pengetahuan di Indonesia, yang mencoba berbagai platform. Ini berbeda dengan Vaksin Nusantara, yang digagas eks-Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Dikembangkan sejak pertengahan tahun lalu, Vaksin Merah-Putih menggunakan isolat virus corona yang beredar di Indonesia.
Di antara tujuh lembaga yang mengembangkan Vaksin Merah-Putih, Lembaga Biologi Molekular Eijkman dan Universitas Airlangga memimpin 'balapan' ini.
LBM Eijkman, yang mencoba platform protein rekombinan, disebut sudah menyelesaikan fase penelitian di laboratorium dan sedang dalam proses transisi ke fase industri.
Eijkman bekerja sama dengan perusahaan pelat merah, Biofarma, dalam membuat bibit vaksin dan diharapkan dapat memulai uji praklinis pada hewan dalam beberapa bulan ke depan. (antara, bbcindo)




