Trump Berulah Lagi, Sebut AS Harus Ikut Campur Pemilihan Pemimpin Iran

Trump mengatakan Amerika Serikat ingin terlibat dalam “proses memilih orang yang akan memimpin Iran di masa depan”.


AS, Suarathailand- Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington ingin berperan dalam memilih pemimpin Iran berikutnya setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Seiring meluasnya pertempuran di seluruh wilayah dan pasar bersiap menghadapi gangguan lebih lanjut.

Perang di Timur Tengah terus meningkat, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat ingin berperan dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara AS-Israel.

Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Trump mengatakan Amerika Serikat ingin terlibat dalam “proses memilih orang yang akan memimpin Iran di masa depan”, menambahkan bahwa pemimpin baru haruslah seseorang yang “baik bagi rakyat dan baik bagi negara”.

Trump juga menyarankan bahwa Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi—yang secara luas dianggap sebagai calon pengganti—akan menjadi pilihan yang tidak mungkin untuk masa depan Iran.


Trump Mendukung Tekanan Kurdi terhadap Teheran

Trump juga menyuarakan dukungan untuk pasukan Kurdi di Iran yang melancarkan operasi militer terhadap Teheran, mengatakan bahwa ia akan sangat mendukung pembukaan front baru, sementara tidak mengkonfirmasi apakah Amerika Serikat akan memberikan dukungan udara.

Laporan mengatakan AS telah berhubungan dengan kelompok-kelompok Kurdi sejak dimulainya operasi gabungan dengan Israel. Pada hari yang sama, ada laporan serangan drone yang menghantam kamp oposisi Iran di wilayah Kurdistan Irak, serta fasilitas minyak yang dioperasikan oleh perusahaan Amerika.


Serangan berat di Teheran, warga mengungsi

Militer Israel mengeluarkan peringatan yang mendesak warga untuk mengungsi dari beberapa wilayah Teheran, khususnya di timur kota, karena media Iran melaporkan ledakan di beberapa lokasi di seluruh ibu kota. Reuters juga melaporkan bahwa televisi pemerintah Iran mengatakan serangan udara menghantam sebuah wisma di barat laut Teheran, menewaskan sedikitnya 17 orang.

Seorang warga yang dikutip oleh Reuters menggambarkan situasi yang memburuk, mengatakan: “Hari ini lebih buruk daripada kemarin… Ini seperti zona perang.”


Konflik Menyebar ke Seluruh Wilayah

Pada hari keenam pertempuran, Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan menyerang target di Uni Emirat Arab dan Qatar, sementara sebuah kilang minyak di Bahrain terbakar setelah serangan rudal, menurut Reuters.

Konflik juga semakin meluas, dengan Azerbaijan menuduh Iran mengirimkan drone ke wilayah udaranya—yang menyebabkan penutupan wilayah udara selatannya selama 12 jam—tuduhan yang dibantah Teheran. 

Reuters juga melaporkan bahwa Siprus dan Turki mencatat serangan, sementara negara-negara Eropa mulai mengerahkan kapal perang ke Mediterania timur sebagai persiapan untuk kemungkinan meluasnya konflik.


Jumlah Korban Tewas Meningkat, Ekonomi Global Terpukul

Bulan Sabit Merah Iran dikutip mengatakan bahwa jumlah kematian di Iran telah meningkat menjadi lebih dari 1.200, dengan puluhan lainnya dilaporkan di tempat lain di Timur Tengah.

Gelombang kejut konflik juga dirasakan di seluruh ekonomi global, karena jalur energi utama di Teluk Persia mengalami tekanan, mengganggu pasokan minyak dan LNG serta menambah turbulensi pada perjalanan udara dan logistik.


Israel memberi sinyal fase selanjutnya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan selama kunjungan ke pangkalan udara di Israel selatan bahwa serangan terhadap target di Iran telah mencapai keberhasilan yang "sangat besar", tetapi masih ada "lebih banyak" yang harus dilakukan. 

Reuters melaporkan bahwa perencanaan Israel untuk fase kedua akan berfokus pada bunker bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan rudal Iran, sementara Israel mengklaim telah menghancurkan 60% peluncur rudal balistik Iran.

Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan Amerika Serikat akan "sangat menyesali" tenggelamnya kapal perang Iran oleh kapal selam AS di perairan internasional, sementara komandan Garda Revolusi Iran mengatakan Iran siap untuk "melawan Amerika di mana pun mereka berada".

Share: