>Polisi Thailand menyita total 7.872 senjata api selama operasi penertiban nasional yang berlangsung selama 15 hari, dari tanggal 12 hingga 26 Agustus.
>Senjata yang disita mencakup 7.145 senjata api ilegal, 711 senjata api terdaftar, dan 16 senjata standar militer.
>Operasi ini menyasar penjualan ilegal baik di lokasi fisik maupun secara daring, yang menghasilkan 7.261 kasus dan 752 penangkapan.

Bangkok, Suarathailand- Polisi Thailand mencatat 7.261 kasus dan menyita 7.872 senjata api selama operasi penertiban nasional yang menargetkan senjata ilegal serta penjualan yang melanggar hukum, baik di lapangan maupun melalui media sosial.
Wakil Kepala Kepolisian Nasional, Jenderal Polisi Thana Chuwong, memaparkan hasil operasi tersebut pada hari Rabu (26 Agustus). Operasi ini dilaksanakan menyusul instruksi dari Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul untuk memperketat pengendalian senjata api, menutup celah hukum, serta mengintensifkan tindakan terhadap senjata ilegal, narkoba, dan tokoh-tokoh berpengaruh.
Berlangsung dari 12 hingga 26 Agustus, operasi ini menargetkan senjata api, senjata standar militer, amunisi, bahan peledak, dan senjata api tiruan. Operasi ini juga berfokus pada penjualan ilegal senjata api, senjata standar militer, amunisi, dan bahan peledak, baik di lokasi fisik maupun secara daring melalui media sosial.
Polisi melaporkan 7.261 kasus selama operasi tersebut. Sebanyak 7.872 senjata api disita, yang terdiri dari 711 senjata api terdaftar, 7.145 senjata api ilegal, dan 16 senjata standar militer.
Penegakan hukum di lapangan mencakup 6.535 kasus, di mana petugas menyita 6.963 senjata api, 59.632 butir amunisi, dan 340 perangkat bahan peledak.
Dari total kasus di lapangan tersebut, polisi mencatat 139 kasus di lokasi penyekatan jalan, pos pemeriksaan, dan titik inspeksi; di lokasi-lokasi ini, petugas menyita 137 senjata api, 628 butir amunisi, dan dua perangkat bahan peledak.
Penegakan hukum secara daring menghasilkan 726 kasus, dengan polisi menyita 909 senjata api, 2.620 butir amunisi, dan 40 perangkat bahan peledak.
Operasi yang lebih luas ini juga mencakup penegakan surat perintah penangkapan secara serentak di seluruh negeri pada tanggal 18 Agustus, yang menghasilkan penangkapan terhadap 752 tersangka yang tercantum dalam 752 surat perintah penangkapan.

Thana menyatakan bahwa operasi tersebut memungkinkan polisi menyita sejumlah besar senjata api dan barang bukti lainnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas di seluruh negeri atas komitmen mereka terhadap operasi ini serta upaya mereka dalam meningkatkan keselamatan publik.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau keluhan terkait segala jenis tindak pidana untuk menghubungi saluran siaga (hotline) 191 atau 1599 yang beroperasi selama 24 jam sehari.




