Thailand Minta Klarifikasi AS Soal Penangguhan Visa untuk 75 Negara

Perwakilan AS mengklarifikasi bahwa penangguhan tersebut hanya berlaku untuk visa izin tinggal tetap, bukan visa sementara untuk pariwisata atau studi.


AS, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Thailand bertemu dengan seorang diplomat AS untuk meminta klarifikasi mengenai penangguhan pemrosesan visa izin tinggal tetap untuk 75 negara, termasuk Thailand, yang berlaku mulai 21 Januari 2026.

Thailand menyatakan keprihatinan bahwa langkah tersebut tidak memiliki kriteria yang jelas dan dapat mengirimkan sinyal negatif yang merugikan kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

Perwakilan AS mengklarifikasi bahwa penangguhan tersebut hanya berlaku untuk visa izin tinggal tetap, bukan visa sementara untuk pariwisata atau studi, dan dimaksudkan untuk mengurangi beban pada sistem kesejahteraan AS.

Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow bertemu dengan Kuasa Usaha Elizabeth J. Konick dari Kedutaan Besar AS di Thailand pada hari Kamis (15 Januari 2026) untuk meminta klarifikasi mengenai keputusan Departemen Luar Negeri AS yang menangguhkan pemrosesan visa izin tinggal tetap untuk 75 negara, termasuk Thailand, berlaku efektif mulai 21 Januari 2026.

Sihasak menyatakan keprihatinannya tentang langkah tersebut, karena mengelompokkan negara-negara dengan konteks dan situasi yang beragam, tanpa kriteria yang jelas untuk dipertimbangkan.

Ia mencatat bahwa hal ini dapat menimbulkan pertanyaan dan berpotensi mengirimkan sinyal yang salah, terutama karena Thailand dan AS sama-sama berupaya memperkuat kemitraan dan aliansi jangka panjang mereka.

Lebih dari 320.000 warga negara Thailand yang tinggal di AS berkontribusi pada ekonomi dan masyarakat AS, termasuk melalui bisnis dan investasi yang menciptakan lapangan kerja.

Thailand meminta klarifikasi mengenai kriteria yang digunakan AS untuk keputusan ini," kata Sihasak.

Sebagai tanggapan, Kuasa Usaha mengakui kekhawatiran Thailand. Mereka mengklarifikasi bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi beban pada sistem kesejahteraan AS dan hanya berlaku untuk pemrosesan visa izin tinggal tetap.

Pemrosesan visa sementara, termasuk visa pariwisata, bisnis, pemerintah, dan pelajar, akan berlanjut seperti biasa.

Ia juga setuju untuk menyampaikan kekhawatiran dan pertanyaan Thailand kepada Departemen Luar Negeri AS dan akan memberikan klarifikasi dan informasi lebih lanjut kepada Thailand sesegera mungkin.

Sementara itu, perkembangan mengenai langkah tersebut dapat diikuti melalui saluran resmi AS, termasuk situs web travel.state.gov dan pengumuman dari Kedutaan Besar AS di Thailand.

Share: