Thailand Minta Bantuan Oman untuk Buka Kembali Jalur Selat Hormuz

Sihasak berterima kasih kepada pihak Oman atas bantuan mereka kepada 20 awak kapal Thailand di Mayuree Naree. 


Hormuz, Suarathailand- Thailand meminta bantuan Oman untuk memulihkan Mayuree Naree dan membuka kembali akses Selat Hormuz untuk kargo penting di tengah ketegangan Timur Tengah.

Thailand telah meningkatkan upaya diplomatik dengan Oman setelah insiden Mayuree Naree, meminta dukungan segera untuk kapal Thailand yang terdampar dan jalur yang lebih luas untuk memulihkan jalur bagi kapal kargo penting melalui Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow bertemu dengan duta besar Oman untuk Thailand, Issa Abdullah Jaber Al Alawi, pada 3 April untuk membahas dampak insiden tersebut serta situasi keamanan yang lebih luas di Timur Tengah.

Selama pertemuan, Sihasak berterima kasih kepada pihak Oman atas bantuan mereka kepada 20 awak kapal Thailand di Mayuree Naree. 

Ia juga meminta dukungan berkelanjutan dari Oman dalam penyelamatan kapal yang terdampar di perairan Iran, dan dalam membawa ke darat jenazah manusia yang ditemukan di kapal agar identifikasi dapat dilakukan dan jenazah tersebut dikembalikan ke Thailand.

Namun, pembicaraan tidak hanya terbatas pada kapal saja. Kedua pihak juga membahas situasi yang memburuk di Timur Tengah dan kemungkinan kerja sama antara Thailand dan Oman untuk memungkinkan kapal kargo penting Thailand melewati Selat Hormuz sesegera mungkin. 

Masalah ini menjadi semakin mendesak karena ketegangan regional terus mengganggu pelayaran dan meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan transportasi dan energi.


Pertemuan tersebut menggarisbawahi potensi peran Oman sebagai mitra diplomatik dan logistik utama bagi Thailand pada saat Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik rawan maritim paling sensitif di dunia. Bagi Thailand, memastikan akses untuk kargo yang dibutuhkan bukan hanya masalah perdagangan tetapi juga bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi risiko terhadap rantai pasokan dan aliran energi.


Baik Thailand maupun Oman sepakat bahwa semua pihak terkait harus kembali ke diplomasi dan dialog untuk memulihkan perdamaian di kawasan tersebut secepat mungkin, menurut Kementerian Luar Negeri.

Share: