"Negara-negara seperti Prancis harus berhenti menceramahi dunia tentang 'hak asasi manusia' dan hukum internasional. Kemunafikan ini sangat nyata dan memalukan," tulis Menlu Iran Araqchi.
Teheran, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi, mengecam keras Prancis dan negara-negara lain karena menggurui dunia mengenai hak asasi manusia dan hukum internasional, sembari mendukung kejahatan perang Israel dan AS di Asia Barat.
"Negara-negara seperti Prancis harus berhenti menceramahi dunia tentang 'hak asasi manusia' dan hukum internasional. Kemunafikan ini sangat nyata dan memalukan," tulis diplomat senior tersebut di platform X pada hari Kamis.
Kementerian Luar Negeri Prancis telah mengumumkan 32 negara—termasuk Inggris dan Kanada—serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk penerapan hukuman mati terhadap para perusuh yang memiliki kaitan dengan pihak asing di Iran.
Sebelumnya pada bulan Januari, kerusuhan yang didukung pihak asing meletus di Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan luas pada fasilitas umum.
Para pejabat Iran mengaitkan kerusuhan dan aksi teroris tersebut dengan Washington dan Tel Aviv; Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa para perusuh bersenjata itu dilatih oleh badan intelijen AS dan Israel.
"Dukungan Anda terhadap genosida Israel di Gaza—serta agresi terhadap Iran—telah menghancurkan posisi moral tinggi yang selama ini Anda anggap Anda miliki," tegas Araqchi.




