Presiden Jerman Desak Reformasi PBB Karena Tatanan Global Terancam,

Presiden Jerman mengatakan dunia memasuki periode di mana norma-norma internasional yang telah lama ada semakin terancam.


Berlin, Suarathailand- Harian Suddeutsche Zeitung melaporkan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Senin (29/6) memperingatkan tatanan global berbasis hukum internasional sedang menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mendesak komitmen global baru untuk kerja sama dan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lebih kuat.

Presiden Steinmeier saat berbicara pada pembukaan Konferensi Keberlanjutan Hamburg mengatakan dunia memasuki periode di mana norma-norma internasional yang telah lama ada semakin terancam.

"Saat ini adalah zaman ketika aturan internasional yang telah membimbing kita selama beberapa dekade terancam, saat beberapa negara kuat tidak lagi mematuhi aturan-aturan ini dan dengan berani melanggarnya ketika menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri," katanya.

Presiden Steinmeier menyatakan  politik global semakin dibentuk oleh "politik kekuasaan mentah, pola pikir menang-kalah (zero-sum thinking), dan konfrontasi," yang menggeser apa yang ia sebut sebagai fondasi sistem internasional yang kooperatif.

"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda politik internasional," tambah Steinmeier.

Terlepas dari perkembangan ini, Steinmeier menekankan bahwa meninggalkan kerja sama multilateral akan menjadi langkah yang salah.

"Penarikan diri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menjadi tindakan yang picik dan fatal. Namun demikian, PBB harus berubah, harus menjadi lebih efisien dan efektif, buktikan bahwa badan ini dapat memberikan hasil yang lebih baik ketimbang para pemimpin otoriter dengan fantasi kemahakuasaan mereka," katanya.

Share: