Singapura Bentuk Komite Krisis Respons Hambatan Pasokan Energi Global


PM Singapura Lawrence Wong menyatakan telah membentuk komite krisis untuk memperbarui rencana tanggap darurat di tengah gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.

"Guna mengoordinasikan respons nasional, saya telah membentuk Komite Menteri Krisis Dalam Negeri. Tim tersebut telah mulai bekerja memperbarui rencana kontinjensi yang ada dan mengembangkan rencana baru mengingat situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Wong, Kamis (2/4).

Wong menyebut komite tersebut diketuai Menteri Koordinator Keamanan Nasional K Shanmugam, dan Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong bertindak sebagai penasihat.

Ia menambahkan jika sumber energi dan jalur pasokan penting di Timur Tengah tetap terbatas dalam jangka panjang, konsekuensinya akan parah.

"Ini bukan hanya berarti harga lebih tinggi. Kita bisa menghadapi kekurangan energi global yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan aktivitas produksi serta menekan perekonomian secara global," kata Wong.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi konflik di kawasan itu telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Situasi tersebut juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di negara-negara Teluk serta mendorong kenaikan harga energi global.

Share: