Siapa Keluarga Shah Pemilik Kapal Thailand yang Diserang di Teluk Hormuz?

Serangan terhadap kapal kargo curah Thailand “Mayuree Naree” di Selat Hormuz pada hari Rabu (11 Maret) telah menyoroti keluarga Shah, pemilik kapal dan salah satu dinasti bisnis terkaya di Thailand.


Bangkok, Suarathailand- Kenali Keluarga Shah, pemilik kapal Mayuree Naree yang diserang dan kerajaan GP Group, yang termasuk dalam 50 keluarga terkaya di Thailand menurut Forbes.

Serangan terhadap kapal kargo curah Thailand “Mayuree Naree” di Selat Hormuz pada hari Rabu (11 Maret) telah menyoroti keluarga Shah, pemilik kapal dan salah satu dinasti bisnis terkaya di Thailand.

Kapal tersebut merupakan bagian dari armada “Naree” yang dioperasikan oleh Precious Shipping (PSL), sebuah perusahaan pelayaran kargo curah kering Thailand yang terdaftar di Bursa Efek Thailand. 

PSL merupakan bagian dari konglomerat investasi multinasional GP Group, sebuah kerajaan bisnis dengan sejarah lebih dari 157 tahun dan dikendalikan oleh keluarga Shah.


Dari Pedagang Beras India hingga "Shah Bangkok"

Menurut sejarah perusahaan, asal usul GP Group bermula pada tahun 1860, ketika Khetsee Khinsi Harbham, salah satu leluhur awal keluarga tersebut, meninggalkan sebuah desa kecil di India untuk mencari peluang dalam perdagangan beras di Mumbai.

Pada tahun 1868, ia dan putranya mendirikan Devjee Khetsee & Company, kemudian memperluas operasinya ke Yangon, Myanmar, yang saat itu merupakan salah satu pusat ekspor beras utama di dunia.

Keluarga tersebut akhirnya memperluas bisnisnya ke Thailand, yang saat itu dikenal sebagai Siam, pada tahun 1918 dengan nama Gangjee Premjee & Company.

Setelah Perang Dunia II, keluarga tersebut menjadikan Bangkok sebagai basis bisnis utamanya, dan pada tahun 1950 secara resmi mengadopsi nama keluarga Shah.

Pada era tersebut, Chimanlal Shivjee Shah, anggota keluarga generasi keempat, dikenal luas sebagai "Shah Bangkok" karena perannya yang menonjol dalam komunitas India dan jaringan bisnisnya yang luas di Thailand.


Pemilik armada Naree dan Mega Lifesciences

Transformasi besar dalam bisnis grup terjadi ketika Kirit Shah, pewaris generasi selanjutnya, mengambil alih kepemimpinan selama tahun 1970-an dan 1980-an.

Di bawah kepemimpinannya, grup tersebut beralih dari perdagangan pertanian tradisional ke investasi yang terdiversifikasi di berbagai industri, dipandu oleh filosofi yang dikenal sebagai "Pilih dan Percaya".


Bisnis utama dalam grup tersebut meliputi:

Precious Shipping (PSL) – perusahaan pelayaran kargo curah kering yang didirikan pada tahun 1980-an, yang semua kapalnya memiliki nama yang berakhiran "Naree", identitas khas armada tersebut.

Mega Lifesciences – produsen farmasi dan nutrasetika, yang dianggap sebagai aset paling berharga dalam portofolio bisnis keluarga.

Usaha lain termasuk pertambangan Golden Lime, konstruksi, investasi energi, perusahaan rintisan teknologi Eka, dan perusahaan penerbangan swasta MJets.

Pada tahun 2025, Forbes Thailand menempatkan keluarga Shah di peringkat ke-34 di antara keluarga terkaya di Thailand, dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar $945 juta (sekitar 30,7 miliar baht).

Saat ini, Nishita Shah, putri sulung Kirit Shah, telah muncul sebagai tokoh kunci di GP Group dan mewakili generasi ketiga keluarga yang melanjutkan warisan bisnis.

Ia juga dikenal luas oleh publik sebagai salah satu "Hiu" dalam program televisi Shark Tank Thailand.

Share: