Pertemuan mengusung tema “Merayakan aksi warga negara: menata ulang demokrasi, hak asasi manusia, dan inklusi untuk dunia saat ini.
Pada tanggal 1 November, sekitar 1.000 aktivis dari seluruh dunia akan berkumpul di Bangkok untuk menghadiri "Pekan Masyarakat Sipil Internasional 2025 (ICSW)", yang akan diadakan hingga tanggal 5 November.
Pertemuan masyarakat sipil terbesar di dunia dimulai Sabtu 1 November di Bangkok, Thailand, yang diselenggarakan bersama oleh aliansi masyarakat sipil global Civicus dan Asia Democracy Network (ADN). Acara lima hari ini mencakup lebih dari 120 sesi dan acara budaya yang dipimpin oleh lebih dari 75 organisasi dari seluruh dunia.
ICSW 2025 terjadi pada saat kebebasan sipil dibatasi di sebagian besar negara, dimana masyarakat sipil mengalami serangan hebat di 116 dari 198 negara dan wilayah dan serangan signifikan terhadap kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul.
Mengusung tema “Merayakan aksi warga negara: menata ulang demokrasi, hak asasi manusia, dan inklusi untuk dunia saat ini”, ICSW 2025 akan memberikan ruang terbuka bagi organisasi masyarakat sipil, aktivis, pembela hak asasi manusia, jurnalis, akademisi, pengorganisir buruh, dan sekutunya untuk berdiskusi, berkolaborasi, berinovasi, dan mengambil tindakan.
Peserta dalam acara minggu ini mencakup beberapa organisasi masyarakat sipil internasional terbesar di dunia seperti Oxfam dan Amnesty International, serta banyak organisasi akar rumput dari seluruh dunia. Topik diskusi berkisar dari keadilan iklim, hak-hak disabilitas, kecerdasan buatan, hingga perlindungan demokrasi, protes, dan kebebasan berekspresi.
Acara tahun ini adalah yang pertama diadakan di Thailand. Sesi akan berlangsung di Kampus Tha Prachan Universitas Thammasat, sementara Universitas Mahidol di Bangkok akan menjadi tuan rumah Majelis Pemuda. Untuk menyoroti peran penting jurnalisme yang bebas dan independen dalam menjaga ruang sipil, tahun ini, Civicus dan ADN telah meluncurkan Journalism Fellowship baru yang membawa jurnalis dari 16 negara ke Bangkok.




