Robot dirancang untuk menggantikan pekerja manusia di beberapa lingkungan paling berbahaya, mulai dari pabrik kimia yang menjulang tinggi hingga lambung kapal raksasa.
Zhejiang,, Suarathailand- Di ketinggian dinding baja vertikal sebuah tangki kimia, sosok berwarna perak bergerak dengan lincah tanpa mengenakan sabuk pengaman.
Menggunakan satu lengan, dia mengoperasikan obor las dengan presisi, sementara dengan lengan lainnya, dia memindai kerusakan secara teliti.
Ini bukan adegan dari film fiksi ilmiah, melainkan penerapan nyata dari langkah terbaru China dalam persaingan teknologi global, yakni AI berwujud (embodied AI) untuk tugas-tugas industri berisiko tinggi.
Robot tersebut, yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi di Provinsi Zhejiang, China timur, merupakan lompatan signifikan dalam upaya China menggabungkan AI canggih dengan robotika fisik.
Robot ini dirancang untuk menggantikan pekerja manusia di beberapa lingkungan paling berbahaya, mulai dari pabrik kimia yang menjulang tinggi hingga lambung kapal raksasa.
"Sebelumnya, para pekerja harus bergantung di udara selama berjam-jam, diterpa angin dan terik matahari, serta menghirup debu hingga sesak," ujar Xu Huayang, pendiri dan CEO produsen RobotPlusPlus sebagaimana warta Xinhua.
"Kini, seorang operator di ruang kendali yang sejuk, mengenakan kacamata VR, cukup menggerakkan pergelangan tangan, dan robot di dinding akan menirukan gerakan tersebut dengan respons tingkat milidetik."
Memiliki bobot 90 kilogram, bagian bawah robot ini berupa sasis beroda yang menempel secara magnetis, sehingga dapat bergerak stabil bahkan saat menopang beban setara orang dewasa.
Bagian atasnya dilengkapi dua lengan humanoid dengan 15 derajat kebebasan, memungkinkan robot beralih dengan mulus antara berbagai tugas seperti pengelasan, deteksi cacat, penghilangan karat, dan penyemprotan hanya dengan mengganti alat di ujung lengannya.
Kunci dari fleksibilitasnya adalah apa yang disebut Xu sebagai "otak", model AI berskala besar yang secara khusus dilatih untuk operasi khusus. Model ini dilaporkan merupakan yang paling kaya data di China untuk jenisnya, dengan akumulasi waktu operasional lebih dari 100.000 jam dan jarak tempuh setara lebih dari separuh keliling Bumi.
"Setiap operasi di ketinggian adalah sebuah sampel data, dan setiap kumpulan data langsung digunakan untuk iterasi model," jelas Xu. Siklus umpan balik "operasi sebagai pengumpulan data" ini memungkinkan robot menjadi lebih cerdas seiring penggunaan praktis, dengan mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan fisik yang ekstrem.
Dorongan China
Robot pendeteksi kabel bawah laut yang dikembangkan di dalam negeri baru-baru ini juga mulai digunakan.
Bertindak sebagai "pengintai" bawah air, robot ini dapat secara otonom memeriksa kabel hingga kedalaman 300 meter. Bekerja bersama kapal permukaan (surface vessel) nirawak, robot ini meningkatkan efisiensi inspeksi hingga sepuluh kali lipat dibandingkan metode manual konvensional, sekaligus memperkuat keamanan jaringan energi dan komunikasi laut dalam China.
Di sektor pertanian China, robot perata biji-bijian cerdas menangani tugas berat dalam pengelolaan biji-bijian di silo-silo besar.
Dilengkapi roda spiral khusus, robot ini dapat bergerak cepat di atas tumpukan biji-bijian. Tim yang terdiri dari tiga robot semacam ini mampu meratakan biji-bijian di dalam silo seluas 1.400 meter persegi dalam waktu kurang dari satu hari, pekerjaan yang biasanya membutuhkan tiga pekerja manusia selama tiga hari.
Gelombang inovasi ini bukan kebetulan. AI berwujud secara eksplisit disebut sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi dalam rencana lima tahun terbaru China yang dimulai pada 2026. Strateginya adalah mendorong pengembangan industri masa depan utama, termasuk robotika, AI, dan 6G.
Kemajuan ini ditopang oleh apa yang disebut para ahli sebagai ekosistem industri yang komprehensif serta beragam skenario penerapan di dunia nyata. Klaster industri utama telah berkembang pesat di Delta Sungai Yangtze, Delta Sungai Mutiara, serta kawasan Beijing-Tianjin-Hebei, mencakup lebih dari 24.000 perusahaan, mulai dari komponen inti hingga integrasi sistem penuh.
Dalam lingkungan yang ekspansif ini, ekosistem skenario industri China yang luas, mulai dari logistik standar hingga operasi berbahaya, telah mendorong industri robotikanya menuju evolusi yang berorientasi pada penerapan nyata. Perubahan ini, yang didukung oleh medan uji paling beragam di dunia, kini sedang mendefinisikan ulang rantai nilai pasar robotika global.



