Presiden Iran Puji IRGC sebagai Perisai Kokoh Penjaga Keamanan dan Martabat Bangsa

 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan peran penting Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam menjaga keamanan dan martabat negara di tengah berbagai ancaman eksternal.

Dalam pesan yang memperingati hari jadi pendirian IRGC pada hari Rabu, Pezeshkian mengatakan bahwa selama perang agresi AS-Israel baru-baru ini, IRGC secara efektif menggagalkan rencana dan ambisi jahat musuh melalui respons yang tegas, strategis, dan penuh kemenangan.

Ia juga mengakui pandangan jauh ke depan dari almarhum pendiri Revolusi Islam, Imam Khomenei, yang membayangkan sebuah kekuatan yang akan muncul dari kehendak rakyat dan melindungi bangsa di masa-masa paling menantang.

Presiden selanjutnya merefleksikan sejarah IRGC, menyoroti peran pentingnya dalam ketahanan Iran sejak kemenangan Revolusi Islam.

Dengan menggambarkannya secara metaforis sebagai "pohon yang baik dan kuat" yang memberikan naungan, Pezeshkian mengartikulasikan bagaimana IRGC telah dengan teguh berkontribusi pada kemerdekaan dan keamanan nasional Iran selama bertahun-tahun.

Lebih lanjut, ia meninjau rekam jejak IRGC yang mengesankan sejak awal Revolusi hingga saat ini, menggarisbawahi kontribusinya selama perang Iran-Irak dan dalam menghadapi berbagai ancaman internal dan eksternal.

Pezeshkian juga menunjukkan bahwa keyakinan, keberanian, dan inisiatif IRGC yang tak tergoyahkan telah memungkinkannya untuk mengganggu strategi musuh dan bertindak sebagai "perisai penguat" bagi cita-cita Revolusi Islam.

IRGC mengumumkan kesiapannya untuk menciptakan peristiwa mengejutkan yang jauh melampaui pemahaman dan perhitungan musuh di medan perang.

Dalam pesannya, Pezeshkian menekankan bahwa agresi baru-baru ini terhadap Iran bukan hanya konfrontasi militer tetapi juga pertempuran ideologis yang lebih luas yang bertujuan untuk menggoyahkan Republik Islam.

“Lembaga revolusioner ini, dengan respons yang tegas, cerdas, dan penuh kemenangan, telah menggagalkan konspirasi dan tujuan jahat musuh,” katanya.

Menurut Pezeshkian, semangat tak tergoyahkan bangsa Iran dan kesiapan operasional IRGC menjadi bukti ketahanan negara terhadap tekanan eksternal.

Saat ini, IRGC telah muncul sebagai kekuatan penting dalam melindungi Iran dari berbagai ancaman dan permusuhan, katanya.

Presiden Iran melanjutkan dengan mengatakan bahwa IRGC telah berkembang menjadi organisasi multifaset yang bertanggung jawab tidak hanya untuk pertahanan militer tetapi juga untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


Qalibaf: IRGC mengorbankan 'medali kehormatan besar'

Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan perjuangan IRGC dalam tiga perang yang dipaksakan terhadap bangsa Iran dan pemberontakan bersenjata yang menargetkan perbatasan dan keamanan serta kota-kota merupakan "medali kehormatan besar" di dada Garda Revolusi, yang telah berkorban hingga tetes darah terakhir untuk Republik Islam.

Dalam pesannya pada kesempatan itu, Qalibaf menggambarkan IRGC sebagai sumber kebanggaan dan kejayaan bagi Iran, dengan mengatakan bahwa IRGC adalah kekuatan yang telah menunjukkan pengorbanan yang tak tertandingi dalam melindungi perbatasan ideologis dan fisik negara.

"IRGC adalah salah satu pembeda yang memisahkan Iran dari negara-negara lain di dunia," kata Qalibaf. "Ia adalah pohon yang diberkati yang berakar di tanah negeri ini, yang cabang-cabangnya adalah rakyat, yang dalam daging, kulit, dan darah mereka mengalir perlindungan Iran tercinta."

Ia menambahkan bahwa IRGC hadir dalam bencana alam, upaya pembangunan, dan arena budaya sebagaimana halnya di medan perang, dan bergegas untuk melindungi Iran dan revolusi di mana pun nama mereka disebut.

Qalibaf mencatat bahwa kekuatan para pria dan wanita IRGC kini telah melintasi dari Teluk Persia ke Laut Kaspia dan dari gurun timur ke Zagros barat, yang membuat dunia takjub.

Ia menyatakan bahwa mengenakan seragam hijau untuk melindungi tanah suci ini dan berjuang bersama para martir yang berjaya dan komandan yang gagah berani selalu menjadi bagian dari dirinya, dan bahwa ia bangga masih menganggap dirinya sebagai anggota kecil dari korps tersebut.

Qalibaf mengutip almarhum pendiri Republik Islam, Imam Khomenei, yang mengatakan: "Jika IRGC tidak ada, negara ini pun tidak akan ada."

Share: