Prancis Bungkam Kebebasan Berekspresi, Medsos Diblokir Terkait Demo Lanjutan

Para operator telekomunikasi Prancis diminta memblokir sementara akses ke platform media sosial—termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, dan X—apabila terjadi kekerasan selama demonstrasi lanjutan.


Paris, Suarathailand- Anadolu melaporkan Pemerintah Prancis dilaporkan telah meminta operator telekomunikasi untuk bersiap menangguhkan akses ke platform media sosial jika terjadi potensi kekerasan selama aksi unjuk rasa lanjutan Sabtu (24/10).

Web online Prancis, Blast, menyatakan Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dilaporkan mengirimkan surat kepada perwakilan Orange, SFR, Free, dan Bouygues Telecom, Kamis (22/10), menjelang aksi demonstrasi "Rompi Kuning" atau Yellow Vest pada Sabtu.

Lecornu dilaporkan berisi permintaan kepada para operator telekomunikasi Prancis untuk bersiap memblokir sementara akses ke platform media sosial—termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, dan X—apabila terjadi kekerasan selama demonstrasi lanjutan.

Sejumlah anggota kabinet Lecornu dan direktur hukum dari perusahaan operator telekomunikasi Prancis itu juga mengadakan pertemuan daring menjelang aksi protes lanjutan itu.

Pemerintah Prancis dilaporkan  ingin agar pembatasan akses ke platform-platform media sosial tersebut hanya berlaku untuk ponsel dan wilayah tertentu.

Namun demikian, para operator telekomunikasi Prancis menyatakan keberatan terhadap permintaan pemerintah dan menyatakan tidak memiliki kapasitas untuk menerapkan langkah-langkah tersebut dalam jangka pendek.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Prancis belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, di 2024, Pemerintah Prancis juga pernah memblokir akses ke platform TikTok selama aksi protes di Kaledonia Baru. Lalu, pada 2025, Dewan Negara Prancis membatalkan keputusan pemerintah untuk membatasi akses ke platform tersebut di wilayah itu. (Foto: Demo di Prancis beberapa waktu lalu)


Share: