PM Thailand akan Kunjungi China 16 hingga 20 Juli, Bahas Isu Strategis

Kunjungan lima hari ini akan membawa PMgk Anutin ke Shanghai, Chengdu, dan Beijing.


Bangkok, Suarathailand- Pembicaraan akan berfokus pada perluasan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, kecerdasan buatan, teknologi canggih, dan keamanan seiring kedua negara berupaya memperdalam kemitraan strategis komprehensif mereka.

Juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek mengatakan kunjungan ini menandai tonggak sejarah lain saat kedua negara merayakan ulang tahun ke-51 hubungan diplomatik.

Kunjungan lima hari ini akan membawa Anutin ke Shanghai, Chengdu, dan Beijing.

Di Shanghai, perdana menteri dijadwalkan untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping dan menghadiri upacara pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2026 (WAIC 2026) atas undangan presiden.

Di Chengdu, Bapak Anutin akan memimpin pembukaan Forum Investasi dan Ekonomi Thailand-Tiongkok (Sichuan) 2026 dan meresmikan bagian investasi Konsulat Jenderal Thailand di Chengdu, dengan tujuan memperluas jaringan promosi investasi Thailand ke Tiongkok bagian barat.

Beliau juga diharapkan bertemu dengan perusahaan-perusahaan terkemuka Tiongkok dan para eksekutif bisnis Thailand yang beroperasi di Tiongkok untuk mempromosikan kerja sama perdagangan dan investasi.

Di Beijing, Bapak Anutin akan mengadakan pembicaraan bilateral penuh dengan Perdana Menteri Li dan bertemu dengan Zhao Leji, ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok.

Kedua pemerintah juga diharapkan menyaksikan penandatanganan serangkaian perjanjian bilateral yang mencakup perdagangan, investasi, pertanian, kesehatan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan kerja sama media.

Menurut pemerintah, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor yang sedang berkembang, termasuk kecerdasan buatan, ilmu pengetahuan, inovasi, dan industri masa depan, sekaligus memperluas kolaborasi di bidang keamanan regional, kejahatan siber transnasional, dan penipuan daring.

Rachada mengatakan perjalanan ini mencerminkan hubungan erat antara Thailand dan Tiongkok sebagai mitra strategis komprehensif dan mitra dagang utama.

Perjalanan ini juga akan membantu menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing Thailand, dan meningkatkan kesejahteraan warga kedua negara, tambah juru bicara tersebut.

Secara terpisah, Wakil Juru Bicara Pemerintah Kapten Phattharatsami Thongsaluay mengatakan kabinet telah menyetujui lima rancangan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, penelitian, dan inovasi.

Share: