PM Jepang Janji Pertahankan Sanksi atas Rusia dan Dukung Ukraina

PM Takaichi mendasari sikap tersebut dengan menyatakan bahwa keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik "tidak dapat dipisahkan," sehingga menuntut adanya kerja sama di antara negara-negara sekutu.


Tokyo, Suarathailand- Jiji Press melaporkan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berjanji bahwa Jepang akan terus menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan memberikan dukungan bagi Ukraina.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan virtual para pemimpin Koalisi Negara-Negara Pendukung Ukraina (*Coalition of the Willing on Ukraine*) di Kyiv.

PM Takaichi mendasari sikap tersebut dengan menyatakan bahwa keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik "tidak dapat dipisahkan," sehingga menuntut adanya kerja sama di antara negara-negara sekutu.

Perdana Menteri Takaichi juga menyoroti meningkatnya kerja sama militer antara Rusia, Korea Utara, dan Tiongkok sebagai masalah keamanan kawasan.

"Sangat penting bagi komunitas internasional untuk bersatu dan mendukung Ukraina demi mewujudkan perdamaian di negara tersebut," ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat berpartisipasi secara daring dalam pertemuan para pemimpin Koalisi Negara-Negara Pendukung Ukraina.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kyiv, ibu kota Ukraina, pada hari Senin (24 Agustus), empat setengah tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina dimulai.

Meluasnya kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara, serta kolaborasi yang semakin erat antara Rusia dan Tiongkok, juga menjadi bagian dari penilaian Takaichi mengenai keamanan kawasan.

"Keamanan kawasan Euro-Atlantik dan kawasan Indo-Pasifik tidak dapat dipisahkan, dan kerja sama di antara negara-negara sekutu serta negara-negara yang memiliki pandangan serupa menjadi semakin penting," ujarnya.

Menyinggung respons Jepang terhadap invasi tersebut, Takaichi mengatakan bahwa "kami akan terus secara konsisten menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan mendukung Ukraina," seraya menambahkan: "Kami senantiasa berdiri bersama Ukraina, dan sikap ini tidak tergoyahkan."

Share: