Menurut pihak Iran, Washington mendorong rancangan resolusi yang bermuatan politis dengan dalih kebebasan pelayaran untuk mendorong agenda politik dan melegitimasi tindakan tak sah, alih-alih menyelesaikan krisis.
Teheran, Suarathailand- Iran menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan Amerika Serikat.
"Iran menyerukan kepada negara-negara anggota (DK PBB) agar bertindak berdasarkan logika dan keadilan serta prinsip, bukan tekanan, untuk menolak rancangan tersebut dan tidak mendukung atau menjadi pendukung bersama," kata perwakilan Iran di PBB dalam pernyataannya.
Berakhirnya perang secara permanen, penghentian blokade laut, dan pemulihan lalu lintas pelayaran adalah satu-satunya solusi terhadap masalah di Selat Hormuz, ucap perwakilan Iran di PBB itu.
Menurut pihak Iran, Washington mendorong rancangan resolusi yang bermuatan politis dengan dalih kebebasan pelayaran untuk mendorong agenda politik dan melegitimasi tindakan tak sah, alih-alih menyelesaikan krisis.
Adapun pada Selasa (5/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengumumkan pihaknya telah menyerahkan rancangan resolusi DK PBB terkait Selat Hormuz untuk mendesak Iran berhenti melakukan penyerangan, pemasangan ranjau, dan pemungutan biaya lintas.
Rubio mengatakan Washington telah menyesuaikan naskah rancangan resolusi agar bahasanya tidak terlalu rumit.
April lalu, DK PBB gagal mengadopsi usulan resolusi terkait Selat Hormuz setelah ada veto dari dua anggota tetap, yaitu Rusia dan China.
Wakil Tetap Rusia di PBB Vassily Nebenzia mengatakan Moskow tidak dapat mendukung suatu dokumen yang akan menciptakan preseden berbahaya dalam hukum internasional.
Menurut Nebenzia, usulan resolusi tersebut sarat akan unsur-unsur yang timpang, tidak benar, dan konfrontatif; sementara bahasa yang digunakan dapat ditafsirkan oleh negara-negara yang tidak bertanggung jawab untuk melegitimasi penggunaan kekerasan.



