Khamenei menyatakan, Iran memiliki hubungan yang baik dengan Turki dan Oman. Dia juga memperingatkan tentang tipu daya Israel yang menggunakan operasi false flag atau "bendera palsu".
Teheran, Suarathailand- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Jumat (20/3), menegaskan bahwa serangan baru-baru ini di beberapa bagian Turki dan Oman tidak dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran atau sekutunya.
Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadan, dan Nowruz, awal tahun baru Iran yang jatuh pada 21 Maret, sebut pernyataan yang diterbitkan di situs resminya.
Khamenei menyatakan, Iran memiliki hubungan yang baik dengan Turki dan Oman. Dia juga memperingatkan tentang tipu daya Israel yang menggunakan operasi false flag atau "bendera palsu" untuk menimbulkan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya.
Khamenei menambahkan, operasi semacam itu juga bisa dilakukan di negara-negara lain.
Dia menyoroti pula pentingnya menjaga hubungan baik antara Iran dengan negara-negara tetangga, serta menyerukan agar Afghanistan dan Pakistan membangun hubungan yang lebih baik satu sama lain.
Pemimpin tertinggi Iran itu menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi tujuan tersebut.
Dia juga menekankan perlunya meningkatkan standar hidup warga dan infrastruktur negara tersebut, dengan fokus pada pewujudan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat.
Khamenei menyatakan tahun baru ini sebagai tahun ekonomi ketahanan dalam semangat persatuan nasional.
Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Iran menanggapi dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.



