Meta telah melarang iklan TikTok dan ByteDance di platformnya di Thailand dan enam pasar lainnya seiring memanasnya persaingan antara kedua rival teknologi tersebut.
Bangkok, Suarathailand- Meta telah melarang iklan dari ByteDance—perusahaan induk TikTok—di Facebook dan Instagram di Thailand, Amerika Serikat, dan lima pasar lainnya, yang semakin meningkatkan persaingan antara kedua grup media sosial tersebut.
Pembatasan ini mulai berlaku segera di Thailand, Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, dan Vietnam, demikian pernyataan Meta pada hari Kamis. Kebijakan ini juga mencakup iklan yang dipasang oleh pihak ketiga yang mengarahkan pengguna ke TikTok atau layanan lain milik ByteDance di negara-negara tersebut.

Meta beralasan soal persaingan memperebutkan pengguna
Meta menyatakan bahwa mereka tidak berkewajiban menyediakan layanan iklan bagi pesaing yang berupaya menarik pengguna agar meninggalkan platform mereka.
"Kami tidak harus menayangkan iklan dari pesaing yang tujuannya adalah menarik orang keluar dari aplikasi kami," ujar perusahaan tersebut, seraya menambahkan bahwa menolak layanan promosi bagi pesaing merupakan praktik bisnis yang wajar.
Langkah ini memperuncing persaingan jangka panjang antara Meta dan ByteDance, yang platform TikTok-nya bersaing dengan Facebook dan Instagram dalam memperebutkan pengguna, kreator konten, dan pendapatan iklan.
TikTok dan ByteDance tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Menurut situs webnya, TikTok sendiri tidak mendukung tautan yang secara langsung membuka atau memasukkan pengguna ke aplikasi media sosial pesaing, meskipun pengguna dapat mencantumkan tautan di profil mereka yang mengarahkan pengunjung ke situs web platform lain.
Persaingan Meluas ke Ranah Keamanan Daring
Perselisihan ini muncul di saat Meta juga mendesak TikTok dan YouTube untuk menerapkan langkah-langkah serupa dengan pembatasan yang telah disepakati Meta bagi pengguna usia muda, menyusul penyelesaian kasus hukum dengan sejumlah negara bagian AS terkait dugaan dampak buruk terhadap anak-anak.
Pada bulan Agustus, Meta sepakat untuk menerapkan batasan penggunaan harian dan membatasi akses malam hari bagi anak-anak yang menggunakan Facebook dan Instagram, sekaligus memperkuat langkah-langkah untuk mencegah anak di bawah umur mengakses konten yang dibatasi berdasarkan usia.
TikTok belum memberikan tanggapan secara terbuka terhadap kampanye Meta yang lebih luas ini, meskipun mereka telah mencapai kesepakatan terpisah dengan negara bagian Alabama, AS, pada bulan September yang mewajibkan penerapan batasan penggunaan baru dan langkah-langkah verifikasi usia yang lebih ketat.
TikTok terus beroperasi di Amerika Serikat melalui sebuah usaha patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pihak Amerika, yang dibentuk berdasarkan kesepakatan untuk melindungi data pengguna AS dan mencegah pelarangan aplikasi tersebut—yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di negara itu.
Bloomberg News adalah pihak pertama yang melaporkan kebijakan pelarangan iklan oleh Meta, sebelum Meta mengonfirmasi langkah tersebut kepada Reuters.




