Menteri Keuangan G-7 Bahas Rantai Pasokan untuk Mineral Kritis

Para menteri keuangan G-7 juga bertukar pandangan tentang upaya memperbaiki ketidakseimbangan makroekonomi global.


G-7, Suarathailand- Menteri keuangan dari Kelompok Tujuh negara industri utama dalam pertemuan daring membahas langkah-langkah untuk meningkatkan rantai pasokan mineral kritis.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bahwa para peserta sepakat untuk melanjutkan pembicaraan, juga bekerja sama dengan menteri luar negeri dan perdagangan dari negara-negara anggota G-7.

Kerja sama tentang diversifikasi rantai pasokan untuk logam tanah jarang dan mineral penting lainnya yang pasokannya sangat bergantung pada negara-negara tertentu.

Para menteri keuangan sepakat bahwa penting untuk menunjukkan sikap kerja sama anggota G-7, tambahnya.

Katayama juga mengatakan bahwa ia menyampaikan kepada pertemuan virtual tersebut bahwa perlu untuk bekerja menghasilkan hasil konkret dengan rasa urgensi.

Masalah yang berkaitan dengan mineral kritis juga akan dibahas dalam pertemuan menteri luar negeri G-7 minggu depan, menurut Katayama.

Para menteri keuangan G-7 juga bertukar pandangan tentang upaya memperbaiki ketidakseimbangan makroekonomi global, isu prioritas bagi Prancis, ketua G-7 tahun ini, serta memperbarui kemitraan internasional dengan negara-negara berkembang.

Mereka juga sepakat untuk terus mendukung Ukraina, yang telah diinvasi oleh Rusia, sebagai prioritas utama.

Prancis menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keamanan ekonomi, ketahanan, dan diversifikasi rantai pasokan untuk mineral penting dan logam tanah jarang sangat penting untuk pertumbuhan dan kedaulatan.

Mengenai meningkatnya ketegangan internasional, Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menekankan dalam pertemuan daring tersebut bahwa kerja sama dan dialog, bukan perpecahan, penting untuk kepentingan bersama.

Share: