Nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam PBB merupakan syarat mutlak bagi perdamaian abadi dan keadilan yang berkelanjutan.
PBB, Suarathailand- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres secara tidak langsung menyidnir Presiden Donald Trump. Guteres memperingatkan saat ini fenomena kekuasaan yang mengalahkan hukum sedang merajalela secara global.
Guteres mengatakan kekuatan kekuasaan sedang merajalela, mengalahkan supremasi hukum. Hukum internasional diinjak-injak. Kerja sama terkikis. Dan institusi-institusi multilateral diserang dari berbagai sisi.
"Kita sedang hidup di dunia di mana tindakan terutama tindakan yang gegabah memicu reaksi berbahaya," kata Guterres. "Tindakan-tindakan tersebut diperparah oleh perpecahan geopolitik dan diperkuat oleh meluasnya impunitas," kata Guttteres dalam sebuah jumpa pers awal tahun.
"Ketika tindakan berbahaya tidak mendapat reaksi yang sepadan, sistem akan menjadi tidak stabil. Impunitas mendorong konflik saat ini memicu eskalasi, memperluas ketidakpercayaan, dan membuka pintu bagi pihak-pihak penyalah guna kuasa untuk masuk dari segala arah," paparnya.
Guterres menyerukan perombakan sistem yang ada untuk mengatasi tantangan global, khususnya melalui penguatan institusi-institusi multilateral.
"Saat saya melihat spektrum tantangan global, satu kebenaran menjadi tampak sangat jelas: sistem pemecahan masalah global kita menghadapi pertanggungjawaban. Sistem-sistem itu sudah ketinggalan zaman. Sistem-sistem itu masih mencerminkan struktur ekonomi dan kekuasaan 80 tahun yang lalu. Padahal, roda dunia terus berputar," ujar Guterres.
"Namun, struktur kita, institusi kita, asumsi kita, kebiasaan kerja sama kita, masih bertambat pada masa lalu. Ini harus diubah," ucapnya.
Guterres mengatakan bahwa masalah global tidak akan diselesaikan oleh satu kekuatan yang mendikte segalanya atau oleh dua kekuatan yang membagi dunia menjadi kutub-kutub pengaruh yang saling berseberangan.
"Penting untuk mengakselerasi, secara sengaja dan penuh tekad, multipolaritas-multipolaritas yang terhubung, inklusif sejak awal, dan mampu menciptakan keseimbangan melalui kemitraan," urainya.
"Namun, multipolaritas, dengan sendirinya, tidak menjamin stabilitas atau perdamaian," tutur kepala PBB tersebut, seraya menambahkan bahwa diperlukan institusi-institusi multilateral yang kuat di mana legitimasi berakar pada tanggung jawab dan nilai-nilai bersama.
"Struktur mungkin sudah ketinggalan zaman, tetapi nilainya tidak," kata Guterres.
Nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam PBB merupakan syarat mutlak bagi perdamaian abadi dan keadilan yang berkelanjutan, ujar Guterres. "Terlepas dari semua rintangan, PBB bertindak untuk menghidupkan nilai-nilai bersama kita. Dan kita tidak akan menyerah."




